header_ads

Warga Dirugikan Calo Kependudukan Diminta Lapor Polisi


WARGA DIRUGIKAN CALO KEPENDUDUKAN DIMINTA LAPOR POLISI. 
Menyusul ditemukan akta kelahiran asli tapi palsu (aspal) di wilayah Kabupaten Bogor, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Bogor menjamin blanko akta kelahiran aspal bukan dari pihaknya. 

Kepala Bidang Dokumentasi dan Penyuluhan pada Dinas Dukcapil Kabupaten Bogor, H.Muslim membenarkan ada belasan warga Kabupaten Bogor yang memiliki akta kelahiran aspal, dan jumlah ini dimungkinkan bisa bertambah apabila aktifitas calo kependudukan dibiarkan berkeliaran. 

"Warga yang memiliki akta kelahiran aspal itu mengaku mengurus berkas menggunakan jasa calo, si warga ini tidak bisa membedakan mana akta kelahiran asli dengan aspal sebab dari bentuk kertas dan tanda hologram memang nyaris sama. Jadi, warga itu akhirnya merasa dirugikan oleh calo tersebut," jelasnya, Rabu (25/5) siang. 

Dirinya juga menghimbau kepada belasan warga yang dirugikan oleh calo tersebut untuk mengurus ulang akta kelahiran sesuai prosedur dengan pemberkasan yang dilengkap surat keterangan lahir dari bidan, Puskesmas atau Rumah Sakit, melampirkan foto copy Kartu Keluarga, KTP Suami Istri dan Buku Nikah, serta surat pernyataan dari pihak keluarga. Semua pemberkasan akan diproses melalui loket pelayanan resmi Dinas Dukcapil Kabupaten Bogor. 

"Jadi, jangan melalui calo, urus saja sendiri paling lambat 10 hari akta kelahiran selesai. Syarat yang berlaku mulai 1 April 2016 adalah nama orang yang akan dibuat akta kelahiran harus tercantum di Kartu Keluarga terlebih dahulu. Bagi yang sudah terlanjur dirugikan oleh calo maka wajib melaporkan calo tersebut ke pihak kepolisian," tegasnya. (als)


Diberdayakan oleh Blogger.