header_ads

Linguaphone.id

WALHI Jabar: Sampah Tebing Leuwikotok Berpotensi Pencemaran Lingkungan Hidup


WALHI JABAR: PULUHAN KARUNG BERISI BAHAN SINTETIS BERPOTENSI PENCEMARAN LINGKUNGAN HIDUP TEBING LEUWIKOTOK

Keberadaan tumpukan puluhan karung plastik berisi potongan bahan sepatu tentara yang menghampar di tebing yang berada di jalur alternatif dua desa/kecamatan, akhirnya disikapi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, Jawa Barat (WALHI JABAR).

Aktifis WALHI Jabar, Melky mengatakan memang tumpukan karung berisi bahan sepatu itu tidak termasuk limbah B3. Tapi, masuk kategori pencemaran lingkungan dari aspek estetika. Karena jelas bukan bahan organik dan butuh puluhan tahun terurainya. 

Selain itu, keberadaannya akan berpotensi menjadi tempat pembuangan sampah domestik oleh warga setempat. "Kalau dilihat dari foto lokasinya, itu bukan masalah bagus atau tidaknya untuk penahan longsor. Tapi masalah tanggungjawab perusahaan konveksi dalam mengelola limbahnya," katanya, Senin (23/5) 

Menurutnya, wawasan warga yang masih minim dan cara berpikirnya sederhana terhadap pengendalian lingkungan hidup, diduga dimanfaatkan oleh konveksi itu. "Belum ada hasil riset yang menyebutkan bahwasanya bahan sejenis karet atau sintetis bisa digunakan untuk konstruksi penahan longsor pada tebing," jelasnya. 

Sebelumnya diberitakan,  Sekretaris Camat Sukaraja,Pepep Hamdi mengaku belum mendapat laporan terkait adanya pembuangan limbah konveksi di sepanjang tebing Leuwikotok LegokNyenang. "Nanti kita survey lokasi, bila benar maka akan diberikan peringatan," katanya (24/5) sore.
Lokasi hamparan sampah konveksi yang dikemas dalam karung plastik tersebut merupakan akses penghubung Kampung LegokNyenang Desa Kadumanggu Kecamatan Babakan Madang dan Kampung Leuwikotok Desa Pasirlaja Kecamatan Sukaraja, wilayah Kabupaten Bogor. (als). 



Diberdayakan oleh Blogger.