header_ads

Linguaphone.id

Pelicin Proyek 'Wani Piro'

Pengakuan Pemborong terkait Proyek PL 

Uang pelicin proyek diduga pemicu hasil pekerjaan proyek pembangunan tidak berkualitas. Hal ini terungkap saat Tim Transbogor.co tanpa sengaja berada satu meja dengan seorang pengusaha mudah disebuah kantin area perkantoran Kabupaten Bogor.

Pengusaha Muda CV.KWP, (Bn) mengaku mengeluarkan kocek hingga 7 persen untuk memuluskan Surat perintah kerja (SPK) suatu proyek pemilihan langsung dari sebuah OPD pada Pemerintah Kabupaten Bogor. "Satu persen untuk konsultan, tiga persen pejabat terkait, dan tiga persen buat orang dalam yang bantu saya urus sampai SPK turun," katanya.

Dirinya mengaku hanya menunggu di kantin yang lokasinya tak jauh dari kantor yang dituju, sedangkan oknum yang menjanjikan SPK bertugas kasak - kusuk kedalam kantor. "Saya tinggal tunggu dikantin tiap hari sambil menunggu informasi proses pemberkasannya. Kalau diperlukan kelengkapan berkas jadi gampang, sebab sudah saya siapkan semuanya di mobil yang bisa dibilang kantor berjalan," katanya sambil tersenyum lebar.

Tak hanya itu, dirinya mengaku sedikitnya bisa menerima 2 sampai 3 SPK dalam satu semester saja. "Pada saat pelaksanaannya saya limpahkan ke pihak lain untuk mengerjakannya dan saya tinggal siapkan laporan pertanggung jawaban, banyak mandor - mandor kampung yang mau limpahan itu mas. Misalnya, nilai proyek Rp87 Juta, maka saya limpahkan Rp40 Juta ke pihak lain untuk kerjakan proyek sesuai ketentuan teknis. Sisa dana saya keluarkan 7 persen buat pelicin SPK, nah saat pencairan dana nanti kita akan keluarkan uang terima kasih udah bantu proses pencairan dan pemberkasan tapi nilainya tidak terlalu besar," ucap dia. (ICE)
Diberdayakan oleh Blogger.