header_ads

Linguaphone.id

Pedagang Protes Satpol PP Tebang Pilih Target

Satpol PP bongkar lapak Warung Kaleng Puncak Bogor


Puluhan pedagang kaki lima protes atas sikap pilih kasih petugas Satpol PP Kabupaten Bogor saat melakukan pembongkaran kios di Warung Kaleng, Cisarua, Rabu (11/5) kemarin. 

Menanggapi hal ini, Mulyana, Sekretaris LSM Gerakan Hak Asasi Manusia Nusantara (Gerhamtara) mengatakan sangat menyesalkan adanya pembongkaran lapak pedagang kaki lima yang tidak merata dan menyeluruh, sehingga menimbulkan kecemburuan sosial diantara para pedagang yang mencari nafkah di kawasan tersebut. 

"Pantauan kami masih ada lapak - lapak yang dibiarkan tetap berdiri di atas drainase Jalan Warung Kaleng yang jaraknya satu sama lain saling berdekatan. Semua terindikasi melakukan pelanggaran Perda Ketertiban Umum, jadi tidak ada alasan petugas Satpol PP untuk tidak menuntaskan tugas pembongkaran lapak - lapak dikawasan itu, termasuk bangunan semi permanen yang ada di jalur hijau," katanya melalui pesan singkat, Kamis (12/5). 

Protes para pedagang yang lapaknya dibongkar, lanjut Mulyana, dipicu dengan pembiaran lapak - lapak lainnya di jalur wisata itu. "Padahal, dilokasi itu banyak PKL jaraknya sangat berdekatan tapi tdak dilakukan pembongkaran oleh Satpol PP. Itulah penyebabnya, maka kami mendesak agar Satpol PP harus kembali melakukan pembongkaran Lapak PKL secara menyeluruh di jalur Warung Aleng Cisarua," desak dia. 

Sebelumnya, Muhamad  (31), warga kampung Warung Kaleng, Desa Tugu Selatan, pemilik Kios buah yang di bongkar Satpol PP melaporkan tindakan tebang pilih ini kepada LSM Gerhamtara untuk diperjuangkan keadilan bagi para pedagang kaki lima Warung Kaleng. "Kenapa cuma lapak pedagang kecil yang dibongkar, kami asli warga sini, lalu kenapa lapak lain termasuk kios barbershop khusus imigran yang juga melanggar tidak ikut di bongkar?" keluhnya. (als)

Diberdayakan oleh Blogger.