header_ads

Linguaphone.id

Limbah Lumpur Ancam Kesehatan Warga

Posko TPB Desa Bojong Kulur Gunung Putri Bogor

BOGOR -  Bahaya penyakit infeksi saluran pernafasan (ISPA) dan penyakit kulit mengancam warga perumahan Vila Nusa Indah 1 yang berpenduduk sekitar 16.000 jiwa atau 4.000 KK, Pasalnya, rumah warga terendam lumpur kering dari luapan sungai Cileungsi yang tercemar limbah industri. 

Hingga berita ini dimuat, Warga yang bermukim di wilayah Desa Bojong Kulur Kecamatan Gunung Putri ini belum tersentuh bantuan dari pasca banjir dari Pemerintah Kabupaten Bogor. Bahkan warga setempat mengeluarkan petisi hijrah sebagai warga Kota Bekasi lantaran sejak tahun 2006 penanganan Pasca bencana dan perhatian penguasa Bumi Tegar Beriman dinilai minim. 

"Hampir satu bulan warga disini banyak yang terserang penyakit, mulai dari flu, demam, gatal-gatal, kutu air dan ada juga yang sesak nafas. Ini sejak banjir lumpur setinggi 1,5 meter di permukiman warga. Kami kecewa pihak Pemkab Bogor tidak memberikan bantuan semestinya pasca banjir, seperti layanan kesehatan maupun pemulihan lingkungan yang kumuh dan tidak sehat akibat lumpur masuk rumah warga," kata Ny. Artha (42) warga blok V, Sabtu (14/5) malam. 

Hal senada diungkap Ny.Arum membenarkan tidak sedikit warga yang terserang penyakit kulit dan sesak nafas. "Sudah hampir sebulan ini warga belum tersentuh perhatian dari Puskesmas setempat maupun Dinkes Kabupaten Bogor hingga saat ini, kecuali warga mengobati sendiri penyakit yang diderita ke rumah sakit terdekat di Bekasi," ungkapnya. 

Saat ditemui, Denny (45) warga blok V menambahkan membenarkan warga perumahan yang berada diujung perbatasan Kabupaten Bogor ini banyak yang terserang penyakit. Warga berharap Pemkab Bogor membangun turap penahan tebing dan tanggul permanen disepanjang aliran Sungai Ciliwung. "Permukiman penduduk jadi kumuh dan tidak sehat pasca banjir lumpur, apalagi Lumpur yang semula berwarna coklat itu sekarang Mengeras berubah warna menjadi seperti adukan semen. Bisa jadi lumpur dan air sungai Cilengsi itu sudah tercemar limbah industri," katanya. 

Menurutnya saat kejadian banjir lumpur, (21/4) lalu, hanya ada 4 Posko yang lokasinya terpisah, yakni Posko TPBDes Bojong Kulur, Posko PKS, Posko IPEMI (ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia) yang lokasinya di sekitar perumahan dan Posko dari Pemerintah Kota Bekasi di Pondok Gede Permai tak jauh dari lokasi banjir lumpur. (als) 


Diberdayakan oleh Blogger.