header_ads

Komunitas Sungai Cileungsi Desak Uji Lab Air Sungai

Air dan lumpur sungai Cileungsi perlu di uji laboratorium 

Dugaan pencemaran Sungai Cileungsi akibat limbah industri kembali terkuak pasca banjir lumpur yang mendera permukiman warga Vila Nusa Indah 1 dan 2 Desa Bojongkulur Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. 

Dalam penelusuran ke lokasi pasca bencana banjir lumpur, ditemukan bongkahan lumpur kering yang bertebaran di lingkungan perumahan yang di huni 4000 kepala keluarga ini. Sarana dan prasarana umum juga terlihat rusak parah akibat ganasnya banjir lumpur yang menyisakan bongkahan seperti bekas adukan semen, hingga saat ini belum ada bantuan pemulihan pasca bencana dari Pemerintah Kabupaten Bogor. 

Aktifis lingkungan setempat, Puarman mengatakan banjir lumpur yang terjadi (21/4) lalu mencapai ketinggian hingga 1,5 meter menggenangi rumah warga. Banjir lumpur itu berasal dari Sungai Cileungsi yang diduga tercemar limbah industri. "Terkait dengan dugaan lumpur yang tercemar limbah industri itu memang perlu kajian lebih lanjut. Tapi, kalau dugaan pencemaran saya yakin ada," Ungkap Aktifis Komunitas Peduli Sungai Cileungsi, Selasa (17/5) 

Kendati demikian, komunitas yang sudah 10 tahun mengamati dan menjaga kelestarian Sungai Cileungsi ini tidak menutupi bahwa dugaan pencemaran sungai akibat limbah industri dapat dibuktikan dengan kasat mata. "Buktinya, setelah melewati area tertentu, air kali warnanya berubah. Kadang berbusa, warna air coklat kelam, aromanya sangat tidak sedap dan tentu tidak sehat," imbuhnya. 

Biasanya, lanjut Puarman, kondisi sungai yang tercemar itu sering terjadi pada malam hari atau disaat debit air sungai tinggi.  "Dugaan ada pencemaran saya setuju pak, tapi kembali lagi kita butuh penelitian lebih lanjut dan bekerja sama dengan pihak WALHI JABAR untuk membawa sampel air sungai maupun lumpurnya ke laboratorium," jelasnya. 

Pihaknya juga mengamati dampak pencemaran dan ketinggian air sungai Cileungsi, sungai Cikeas, dan Curug Parigi. "Kami menyusuri sungai menggunakak perahu  mulai dari Pos Pantau Cileungsi (simpang Kedep) hingga Pondok Gede Permai. Pencemaran terlihat setelah kami melewati Jembatan Kota Wisata dan hingga ke Curug Parigi. Kami akan mendorong terwujudnya pemulihan dan kelestarian sungai, pembangunan turap dan tanggul, serta pemulihan permukiman warga korban banjir," katanya. 

Dirinya mengatakan, Komunitas Peduli Cileungsi Cikeas anggotanya terdiri dari warga Vila Nusa Indah dan Warga Pondok Gede Permai, Kemang Graha, Vila Jati Rasa, dan Pondok Mitra Lestari. Bahkan, Kepala Desa Bojongkulur Firman Riansyah juga aktif setiap bulannya membantu petugas pemantau kali Cileungsi dan Cikeas yang saling melengkapi bersama Tim Penanggulangan Bencana Desa (TPBDes) Bojong Kulur. (zis)



Diberdayakan oleh Blogger.