header_ads

Linguaphone.id

Kasus Dugaan Buku Nikah WNI-WNA Cisarua 'Dibungkam'


KASUS DUGAAN PEMALSUAN BUKU NIKAH ANTARA WNA DAN WNI TAK DIDALAMI APARAT
Dugaan pemalsuan data nikah antara warga negara Indonesia (WNI) yang bernama Siti Maryam warga Desa Batu Layang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, dengan Allaam S Sarsour warga Negara Asing (WNA) asal Palestina yang dilakukan oleh oknum pejabat Kantor Urusan Agama (KUA) Cisarua, hingga kini tak jelas penindakan hukumnya. Padahal dari bukti-bukti yang ada, tindakan pemalsuan dokumen Numpang Akad (NA) demi memuluskan terjadinya pernikahan yang sah secara hukum negara sudah terendus.
Langkah Kepala KUA Cisarua Irin Tohirin, yang belakangan mengajukan pembatalan pernikahan pasangan WNI dan WNA itu, setelah kasus tersebut mencuat melalui pemberitaan media massa justru semakin membuat aroma busuk adanya praktek koruptif dan manipulatif yang dilakukan pejabat di KUA Cisarua semakin tercium.
Sebab Irin Tohirin selaku bos KUA Cisarua telah membubuhkan tanda tangan pada Surat Nikah meski sebetulnya Surat NA atas nama Siti Maryamah dan Allaam S Sarsour ternyata palsu. Yang lebih mencengangkan lagi, saat dinikahkan, status Siti Maryamah ternyata masih menikah, alias belum berstatus janda.
Kepada wartawan saat berhasil ditemui, Irin mengakui pihaknya bersalah telah menerbitkan Surat Nikah meski data nikahnya palsu. Namun dia masih juga berkilah dengan menimpakan kesalahan tersebut kepada stafnya. “Saya akui memang ada kesalahan data dari pasangan Siti Maryan dan Alaam,dan saya berinisiatif untuk mengajukan pembatalan nikah. Saya sudah panggil dan coba berkomunikasi dengan staff saya itu” bebernya.
Dari tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga wakil ketua DPRD Kabupaten Bogor, telah berkomentar Dan meminta aparat hukum untuk mengusut tuntas Dan menindak tegas kasus pemalsuan tersebut, namun nyatanya hingga kini aparat terkait seperti Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor, Kantor Imigrasi Bogor, hingga Kepolisian belum melakukan tindakan apapun. “Permasalahan ini jangan dibiarkan dan harus diusut tuntas” tegas Wakil Ketua DPRD, Iwan Setiawan beberapa waktu silam. 

Sekretaris Organisasi dan Hubungan Luar negeri Majelis Ulama Indonesia (MUI) Irvan Zaryab Awaludin, bahkan menyebutkan bahwa pernikahan Siti Maryam dan Allaam S Sarsour adalah Gharar atau ada pembohongan kepada Publik ”Jadi dengan sendirinya pernikahan tersebut gugur,” kata Irvan.  (red/bogorpos) 


Diberdayakan oleh Blogger.