header_ads

Linguaphone.id

DPRD Kabupaten Bogor Sikapi Tuntutan Warga


Menyusul Petisi Warga Vila Nusa Indah 1 dan 2 yang menginginkan masuk ke wilayah Kota Bekasi lantaran perhatian Pemerintah Kabupaten Bogor minim, disikapi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor. 

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor Ade Jaro Ruhendi, pihaknya segera mengalokasikan dan menganggarkan perbaikan infrastruktur untuk Desa Bojong Kulur, yang ribuan warganya menginginkan pindah adminsitratif ke Kota Bekasi. 

"Kalau itu kepentingan anggaran, saya selaku ketua Badan Anggaran, saya siap mengalokasikan anggaran, uang Kabupaten Bogor masih banyak, tapi namanya musibah kami kan tidak menduga,"kata Ade Jaro, Rabu (25/5/2016). 

Ade menambahkan, mengenai permasalah tanggul yang jebol disekitar perumahan Villa Nusa Indah tersebut, merupakan kewenangan pemerintah pusat, karena sungai Cileungsi merupakan kewenangan Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA). "saya melihat pemerintah pusat sudah ada upaya, diantaranya membuat tanggul meskipun belum selesai,"paparnya. 

Namun kejadian ini menjadi warning bagi Pemda atas kejadian yang terjadi di Bojong Kulur. Perlu ditinjau ulang terhadap ijin-ijin perumahan terkait amdal dengan betul-betul dilakukan secara profesional. Karena yang terjadi di Vila Nusa Indah I dan II, 50 persen dikelilingi oleh Sungai Cilengsi. 

Dirinya juga menyadari, jika Kabupaten Bogor bukan hanya di Vila Nusa Indah saja yang terkena bencana melainkan daerah-daerah lain juga terkena dampak bencana. (red/fir) 


Diberdayakan oleh Blogger.