header_ads

Disdik Larang Aksi Sahur On The Road


SAHUR ON THE ROOD DILARANG UNTUK ANTISIPASI HAL TAK DI INGINKAN

Meski pelaksanaan ibadah puasa masih berselang beberapa minggu lagi, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor akan mengeluarkan surat edaran larangan adanya kegiatan Sahur on the Road (SOTR) bagi para pelajar.

“Semua ini semata-mata untuk menjaga keamanan serta kenyamanan selama bulan puasa. Dimana sebelum memasuki bulan ramadhan, dinas akan mengirimkan surat larangan tentang adanya kegiatan SOTR,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Kesiswaan SMA/SMK Dinas Pendidikan Kota Bogor, Teddy Kusnadi, Senin.
Menurut Teddy, kegiatan SOTR lebih cendurung menjadi ajang ‘aksi’, bukannya dijadikan sebagai sarana ibadah. “Dengan adanya oknum disetiap kegiatan SOTR akan lebih memperkeruh suasana nantinya. Dinas Pendidikan berserta sekolah tidak ingin mengambil resiko, ketika suatu waktu ada kejadian negatif yang melibatkan pelajar,” tuturnya.

Menanggapi larangan tersebut, Waka Humas SMAN 10 Kota Bogor, Mustika Lestari menuturkan, pihaknya akan terus memantau kegiatan anak – anak walau itu masih dalam jadwal liburan. Lantaran adanya peraturan Disdik Kota Bogor yang melarang adanya SOTR. “Kami akan memantau terus sehingga keadaan menjadi kondusif, sehingga tidak adanya SOTR yang di lakukan anak – anak. Kendati dengan alasan ibadah, namun kondisi lapangan tidak bisa diprediksi,” kata dia.
Dari hasil penelusuran pihak SMAN 10 Kota Bogor, Mustika membenarkan, memang adanya campur tangan oknum alumni yang mengontrol kegiatan mereka dalam melakukan SOTR tahun-tahun sebelumnya. "Ini bukan pengekangan terhadap siswa, tapi demi keselamatan mereka sendiri kami melakukannya. Dengan kata lain saya tidak ingin adanya murid yang menjadi korban dari kegiatan yang tidak jelas asal usulnya seperti itu,” pungkasnya. (red/bogorpos) 


Diberdayakan oleh Blogger.