header_ads

Ahmad Heryawan Jalani Sensus Ekonomi 2016

Ahmad Heryawan Jalani Sensus Ekonomi 2016 

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menjadi responden pertama untuk pendataan Sensus Ekonomi 2016 yang dilakukan di wilayah Jawa Barat. Aher didata oleh tiga orang petugas sensus yang berasal dari BPS Kota Bandung di rumah dinasnya di Gedung Pakuan, Jl.Otto Iskandardinata No. 1, Kota Bandung pada Minggu pagi (1/5/2016).

Kepada petugas sensus yang mewawancarainya, Aher menjelaskan bahwa di kediaman dinasnya tersebut ia tinggal bersama 1 (satu) orang istri serta 4 (empat) orang anak, dan 1 (satu) orang pegawai rumah tangganya, sehingga total ada 7 (tujuh) orang anggota keluarga dalam rumah tersebut. Sementara dua orang anak Aher lainnya tinggal kos di Kota Depok dan tidak menjalani pendataan.

Dalam wawancara tersebut Aher menjelaskan bahwa dirinya, istri, keempat anaknya, serta satu orang pegawainya tidak sedang memiliki ataupun menjalani satu pun usaha. Sejak dirinya menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat tahun 2008 lalu, ia bersama istri fokus pada pekerjaannya sebagai pejabat negara, yakni Gubernur Provinsi Jawa Barat.

Sementara itu, terkait Sensus Ekonomi ini Aher pun berharap sensus ini bisa berhasil dan menggambarkan data ekonomi penting di Jawa Barat. Menurutnya dengan data ekonomi yang akurat bisa dilakukan analisis terhadap kondisi kemajuan ekonomi, peredaran uang, jumlah industri atau dunia usaha di Jawa Barat, hingga analisis mengenai out put ekonomi atau konsumsi masyarakat di Jawa Barat.

“Pertama, dengan data seperti ini ke depan kita bisa melakukan langkah-langkah berdasarkan data tersebut. Yang kedua, saya ingin kepada masyarakat semuanya jika datang petugas sensus ke rumah masing-masing terima dengan baik, katakan apa adanya, tidak ada dampak apa pun – dampak positif pasti ada – itu lah yang kita inginkan. Tapi dampak negatif tidak ada sama sekali,” ujar Aher usai dirinya menjalani sensus.

“Ini hanya mendata kekuatan ekonomi di Jawa Barat, sehingga kita bisa menghitung berapa sih PDRB Jawa Barat ini, potensi ekonomi dan lain sebagainya,” tambahnya.

Sensus Ekonomi ini merupakan pendataan terhadap semua data ekonomi, baik yang berskala ekokomi besar, sedang, kecil hingga mikro, termasuk di dalamnya jumlah tenaga kerja yang diserap, out put yang dihasilkan, upah buruh dan sebagainya.

Dalam Pasal 8 Undang-Undang Statistik, sensus diselenggarakan sekurang-kurangnya sekali dalam 10 tahun oleh BPS, yang meliputi Sensus Penduduk, Sensus Pertanian, dan Sensus Ekonomi. Sementara Sensus Ekonomi yang digelar tahun ini merupakan pelaksanaan yang ke-4 kalinya setelah sebelumnya pada tahun 1986, 1996 dan 2006.

Dan hari ini, Minggu (1/5/2016) merupakan hari pertama dilakukannya pendataan untuk Sensus Ekonomi 2016. Sensus ini akan melibatkan sekitar 66.981 orang pegawai lapangan baik dari BPS serta pegawai lapangan dari mitra BPS dan akan selesai pada tahun 2018 mendatang.

Sensus ekonomi ini merupakan sensus paling kompleks dengan responden yang bervariasi. Hal ini dikarenakan pelaksanaan sensus akan mencakup 19 sektor ekonomi, yang diperkirakan akan melibatkan 28 juta pelaku usaha di 34 provinsi, 98 kota, 433 kabupaten, 6.989 kecamatan dan 23.169 desa. (red)
Diberdayakan oleh Blogger.