header_ads

Sektor Ternak Jabar Jadi Pangan Unggulan

Tiga Ternak Baru Jabar Siap Jadi Pangan Unggulan 

Jawa Barat merupakan Provinsi dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia yang saat ini sudah mencapai 46,7 juta jiwa lebih, dan tentunya memiliki kebutuhan pangan yang cukup besar, termasuk kebutuhan protein hewani yang diantaranya dapat bersumber dari sapi dan unggas.  

Untuk meningkatkan kemandirian pangan itulah Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) hadir dalam acara Launching Hasil-Hasil Kegiatan Penelitian BP3IPTEK dan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat bekerjasama dengan Perguruan Tinggi dan Lembaga Penelitian di UPTD Balai Pengembangan dan Pembibitan Ternak Sapi Potong, Desa Cijeungjing, Kec. Cijeungjing, Kab. Ciamis, pada Selasa (19/04/2016). 

Saat ini Jabar berupaya mengembangkan tiga jenis hewan ternak lokal, yaitu Sapi Pasundan, Ayam Sentul, dan Itik Rambon. Ketiga jenis hewan ternak ini dipilih karena telah ditetapkan sebagai sumberdaya genetik lokal khas Jawa Barat, berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian sejak tahun 2013 untuk Ayam Sentul dan Itik Rambon, menyusul kemudian Sapi Pasundan yang ditetapkan pada tahun 2014. 

Sebagai hewan ternak yang lahir dan berkembang di daerah Jawa Barat, ketiganya juga memiliki keunggulan yaitu tahan terhadap kondisi lingkungan maupun hama penyakit, mampu beradaptasi baik dengan kondisi makanan minimal, namun memiliki reproduktivitas yang cukup tinggi dalam menghasilkan daging, telur, atau produk turunan lainnya. Salah satu keunggulan dari hasil penelitian ini adalah jenis kelamin kelahiran anak sapi yang sudah dapat ditentukan dari awal, sehingga dapat menjadi solusi terobosan untuk memperbanyak populasi sapi betina calon indukan di Jawa Barat.

Gubernur jabar menyatakan bahwa IPTEK harus hadir untuk melakukan sebuah percepatan produksi yang tentu bermanfaat bagi kehidupan manusia dengan modal yang sama, atau dengan hasil yang sama dan modal yang lebih kecil. Karena apabila tidak menggunakan IPTEK khawatir daya dukung lingkungan untuk menyediakan segala kebutuhan bagi masyarakat akan terbatas.
Menurutnya, manusia akan terus berkembang, di situlah kebutuhan pangan juga bertambah dan lahan penyedia pangan semakin berkurang. Maka itu diperlukan teknologi agar suplai makanan tidak berkurang. "Mana mungkin kita punya anak cerdas tanpa protein hewani, tanpa susu, tanpa daging. Jangan harap masyarakat Jawa Barat punya anak cerdas tanpa protein," tutup Aher. 

Acara ini juga turut di hadiri oleh Dirjen Penguatan Inovasi pada Kementerian Ristek dan Pendidikan Tinggi RI, Pejabat dari Kemendam dan LIPI, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, Bupati Ciamis, Walikota Banjar, Kepala BP3IPTEK, Kepala Dinas Peternakan dan Para Kepala OPD terkait di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Jawa Barat, Rektor Universitas Indonesia (UI), Universitas Padjadjaran (UNPAD), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Pertanian Bogor (IPB), Direktur PT. Karya Anugerah Rumpin, Pengurus Asosiasi Peternakan Sapi Potong dan Asosiasi Unggas se-Jawa Barat.
Diberdayakan oleh Blogger.