header_ads

Penerapan PHBS Melalui Sinergitas Multipihak

Sinergitas Multipihak Kunci Keberhasilan Penerapan PHBS 

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan menegaskan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bukan semata urusan Dinas Kesehatan dan PKK tapi membutuhkan sinergitas multipihak.

"Jika berbicara PHBS, membutuhkan gerbong panjang dan kerjasama dengan sektor lain yang menjadikan sosialisasi sebagai bentuk intervensi penyadaran," ungkap Netty pada Pertemuan Pembina Perilaku Hidup Bersih dan sehat (PHBS) Rumah Tangga di Grand Tjokro Bandung, Senin (11/4/16).

Netty mengatakan 53.6% tingkat PHBS RT di Jawa Barat walaupun masih belum memenuhi target Nasional yakni 70%. Solusi yang dapat dilakukan, menurut Netty, dengan melakukan diseminasi informasi secara variatif dan kreatif, optimalisasi fungsi sentra kegiatan masyarakat oleh Posyandu, Kader PKK dan PKP. "Penerapan budaya baru seperti Budaya Cinta Lingkungan (BCL) dan Gerakan Pungut Sampah (GPS), dan berikutnya memperbaiki pembangunan infrastruktur/sarana fisik dan menyelenggarakan pelatihan yang berkaitan dengan PHBS," paparnya. 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Alma Lucyati mengatakan dari jumlah total rumah tangga di Jawa Barat yaitu 12.743.342 RT, 63.1%-nya saja yang terlaporkan. "Dari situ, hanya 53.6%.-nya saja rumah tangga yang ber-PHBS," ungkapnya. “Diharapkan pertemuan ini akan membangun keluarga sehat disetiap desa, kecamatan dan kelurahan untuk  melakukan PHBS yang memiliki sdm yang berkualitas dan unggul,” harap Alma Lucyati. (red)
Diberdayakan oleh Blogger.