header_ads

Linguaphone.id

Minta Upah Buruh Proyek Diancam

Minta Upah, Buruh Bangunan Dicaci Maki 

Buruh bangunan yang telah berminggu - minggu membanting tulang sampai peluh keringat pun kering dibadan hanya demi menafkahi keluarga di kampung halaman Pemalang Jawa Tengah. Pasalnya, saat para kuli ini meminta hak kepada kontraktor justru di caci maki dan diancam akan dibunuh.   

Saat itu pekerja pembangunan kamar mandi dan water closed (KM/WC) di sekolah dasar negeri (SDN) Cijujung 01 hendak menagih janji kontraktor yang berinisial Ny.Ch, selaku rekanan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.  "Saat mau menelpon minta gaji ternyata yang angkat telpon malah laki-laki yang tak diketahui namanya itu marah-marah dan mengancam kuli bangunan akan dibunuh karena dianggap tidak sabar menunggu gaji. Padahal selama bekerja berminggu - minggu lima kuli bangunan itu tidak disediakan makan minum setiap harinya oleh kontraktor," ungkap Junaedi guru pramuka sekolah yang menyaksikan kejadian. 

Persoalan ini juga sampai ke telinga Kepala Sekolah dan Guru lainnya yang tak tega melihat para pekerja kelaparan dan kehausan. "Setiap hari kami persilahkan makan minum di kantin sekolah karena tidak tega, yang bayar pun guru disini. Para pekerja masa kontraknya sudah habis dan mau segera pulang kampung tapi pihak kontraktor marah. Akhirnya mandor kesana kemari cari pinjaman warga Rp1,8 juta untuk ongkos 5 anak buah pulang kampung," tambah Junaedi, Sabtu (16/4/2016) siang.  


Dilokasi yang sama, Ch selaku pihak pemborong menampik pihaknya melakukan hal itu bahkan pihaknya tidak akan menggunakan jasa buruh bangunan tersebut atas kejadian ini. "Kita ga bakal pakai tenaga mereka lagi, masih banyak kok kuli-kuli lainnya. Soal hutang - hutang buruh bangunan di warung disini dan hutang pinjaman upah kerja pasti segera kita ganti," katanya wanita tambun asal pulau Andalas ini kesal.

Sebelumnya, proyek WC SDN ini di protes keras Pengurus RW dan warga RT 01/01 Desa Pasirlaja. Proyek pembangunan KM/WC ini ditemukan kejanggalan. Sebab, pemborong tanpa ijin warga diduga telah menggali saluran pembuangan tinja sepanjang 50 meter ke Sungai Ciluer, tidak ditemukan pembuatan septitank dan resapan, tidak ada tanda-tanda pembuatan tower dan tangki air 500 liter, pembuatan atap yang tidak sesuai gambar teknis, dan sejumlah kejanggalan pekerjaan lainnya. (als)


.
Diberdayakan oleh Blogger.