header_ads

Linguaphone.id

Membangun Pendidikan Berkarakter Melalui Sekolah Adiwiyata

Membangun Pendidikan Berkarakter 
Melalui Sekolah Adiwiyata 
SD Islam Al Azhar 27 Cibinong Kabupaten Bogor  
Oleh : Woro Januarti, M.Pd 
  .

Adiwiyata adalah salah satu program dari Kementerian Negara Lingkungan Hidup yang bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan Nasional. Program ini berupaya mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Tujuan dari program Adiwiyata adalah menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran atau pembentukan karakter warga sekolah (guru, murid dan pekerja lainnya), sehingga di kemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggungjawab dalam upaya-upaya penyelamatan lingkungan dan pembangunan lingkungan berkelanjutan.  

Sekolah Adiwiyata mempunyai tujuan yaitu  terjadinya integrasi pembelajaran di setiap sekolah, antara pendidikan akademik yang tercantum dalam kurikulum dan pendidikan lingkungan di sekolah. Juga terjalin kerjasama berbagai pihak, yang bersifat hubungan partisipatif yang baik untuk membantu proses dan tindak lanjut program ini secara berkesinambungan.  Seperti halnya SD Islam Al-Azhar 27 Cibinong telah melewati tahapan dari tingkat Kabupaten, Propinsi, serta telah melaksanakan verifikasi data untuk tingkat Nasional Alhamdulilah, semua proses terlewati dengan baik dan dapat sertifikat sebagai Sekolah Adiwiyata tingkat Nasional pada  tanggal 14 Desember 2015. 

Tahap selanjutnya adalah maju ke- Sekolah Adiwiyata tingkat Mandiri. Pada saat ini kami sedang melalui tahapan sosialisasi terhadap 10 sekolah binaan di Kabupaten Bogor sebagai sekolah imbas SD Islam Al Azhar 27 Cibinong, sebagai salah satu persyaratan untuk maju ke Sekolah Adiwiyata tingkat Mandiri. Program Adiwiyata yang akan diusung untuk maju ke Adiwiyata tingkat Mandiri oleh SD Islam Al–Azhar 27 Cibinong adalah budaya lingkungan yang membentuk pribadi-pribadi berkarakter dan inovatif. 

Dalam aplikasinya kegiatan utama sekolah adiwiyata diarahkan pada terwujudnya kelembagaan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan bagi sekolah dasar dan menengah di Indonesia. Disamping itu, juga pengembangan norma-norma dasar yang antara lain: kebersamaan, keterbukaan, kesetaraan, kejujuran, keadilan, dan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan sumber daya alam. Serta penerapan prinsip dasar yaitu: partisipatif, dimana komunitas sekolah terlibat dalam manajemen sekolah yang meliputi keseluruhan proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sesuai tanggung-jawab dan peran, dimana seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara komperensif. 


Sekolah Adiwiyata Dan Pembentukan Karakter 

Untuk dapat diaplikasikan dalam lingkungan pendidikan maka program sekolah berwawasan lingkungan mempunyai 4 komponen untuk dapat diterjemahkan didalam proses pelaksanaan sekolah berbudaya lingkungan, yang bersinergi dengan pembentukan karakter murid dan warga sekolah dari hasil aplikasinya. 

4 (Empat) Komponen Sekolah Adiwiyata : 

1.    Pengembangan Kebijakan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan. 
Mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan maka diperlukan beberapa kebijakan sekolah yang mendukung dilaksanakannya kegiatan-kegiatan pendidikan lingkungan hidup oleh semua warga sekolah, sesuai dengan prinsip-prinsip dasar Program Adiwiyata yaitu partisipatifdan berkelanjutan. 

Pengembangan kebijakan sekolah tersebut antara lain:
  1. Visi dan misi sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.
  2. Kebijakan sekolah dalam mengembangkan pembelajaran pendidikan lingkungan hidup.
  3. Kebijakan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (tenaga kependidikandan non-kependidikan) dibidang pendidikan lingkungan hidup.
  4. Kebijakan sekolah dalam upaya penghematan sumber daya alam.
  5. Kebijakan sekolah yang mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang bersih dan sehat.
  6. Kebijakan sekolah untuk pengalokasian dan penggunaan dana bagi kegiatan yang terkait dengan masalah lingkungan hidup. 
2.    Pengembangan Kurikulum Berbasis Lingkungan
 
Penyampaian materi lingkungan hidup kepada para siswa dapat dilakukan melalui kurikulum secara terintegrasi atau monolitik. Pengembangan materi, model pembelajaran dan metode belajar yang bervariasi, dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang lingkungan hidup yang dikaitkan dengan persoalan lingkungan sehari-hari (isu lokal). 

Pengembangan kurikulum tersebut dapat dilakukan antara lain:
  • Pengembangan model pembelajaran lintas mata pelajaran.
  • Penggalian dan pengembangan materi dan persoalan lingkungan hidup yang ada di masyarakat sekitar.
  • Pengembangan metode belajar berbasis lingkungan dan budaya.
  • Pengembangan kegiatan kurikuler untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang lingkungan hidup. 
3.    Pengembangan Kegiatan Berbasis Partisipatif
 
Untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan, warga sekolah perlu dilibatkan dalam berbagai aktivitas pembelajaran lingkungan hidup. Selain itu sekolah juga diharapkan melibatkan masyarakat disekitarnya dalam melakukan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat, baik bagi warga sekolah, masyarakat maupun lingkungannya. 

Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain:
  • Menciptakan kegiatan ekstrakurikuler/kurikuler di bidang lingkungan hidup berbasis partisipatif di sekolah. Contoh, di sekolah Al Azhar 27 dibentuk SLEE (Students Learning Environment Earth) tujuannya membentuk pribadi yang berkarakter peduli terhadap lingkungan.
  • Mengikuti kegiatan aksi lingkungan hidup yang dilakukan oleh pihak luar.
  • Membangun kegiatan kemitraan atau memprakarsai pengembangan pendidikan lingkungan hidup di sekolah. Aplikasi di sekolah Al Azhar 27 adalah menjalin kerjasama dengan pihak Astra Internasional dengan MoU (Memorandum of Understanding) sebagai CSR dalam bidang kepedulian terhadap lingkungan hidup, dengan Dinas Kehutanan dan Pertanian, Dinas Kebersihan, Dinas Pertamanan , BLH (Balai Lingkungan Hidup), dan SMPN 1 Ciomas, Bogor. 
4.    Pengelolaan dan  Pengembangan Sarana Pendukung Sekolah Ramah Lingkungan.
 
Dalam mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan perlu didukung sarana dan prasarana yang mencerminkan upaya pengelolaan lingkungan hidup, antara lain meliputi:
  • Pengembangan fungsi sarana pendukung sekolah yang ada untuk pendidikan lingkungan hidup.
  • Peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan di dalam dan di luar kawasan sekolah.
  • Penghematan sumberdaya alam (listrik, air, dan ATK).
  • Peningkatan kualitas pelayanan makanan sehat.
  • Pengembangan sistem pengelolaan sampah. 
Aplikasi di sekolah Al Azhar 27 Cibinong adalah mengolah limbah kertas menjadi bubur kertas dan didaur ulang menjadi bentuk karya anak dan kertas karton yang bisa dimanfaatkan untuk aneka kegunaan. 


Implementasi Pendidikan Karakter pada Sekolah Adiwiyata 

1. Kajian Lingkungan
 
Dalam pelaksanaan program sekolah harus mempunyai kajian lingkungan agar lebih fokus pada skala prioritasnya. Di sekolah Al-Azhar 27  kajian lingkungan yaitu pada :
1)    Sampah.
2)    Air.
3)    Energy.
4)    Makanan dan kantin sekolah.
5)    Keanekaragaman hayati.

Sekolah Al-Azhar 27 berkonsentrasi pada sampah untuk tahapan awal. Dengan alasan bahwa dengan kepedulian terhadap sampah sekolah maka akan timbul kesadaran, kepedulian, dan kreatifitas dalam mengolah sampah sekolah. 

Masalah sampah digaungkan kepada murid bahwa sampah sangat berdampak pada masalah pencemaran lingkungan yang akan mengganggu kesehatan kita bila tidak dapat teratasi dengan baik.
Jika dibiarkan terus maka sampah akan membungkus bumi, dengan program kajian ini maka warga sekolah harus ikut berpartisipasi terhadap penyelesaian masalah sampah. Dimulai dari lingkungan sekolah, lingkungan keluarga, kemudian lingkungan masyarakat.  

Dengan adanya kesadaran tersebut maka diharapkan mengurangi penggunaan produk yang memiliki kemasan plastik sehingga meminimalis sampah plastik yang banyak berdampak negatif terhadap kerusakan lingkungan, karena lama untuk hancur dan bahan dasar plastik adalah minyak bumi yang juga berdampak pada kerusakan bumi. 

Untuk berjalannya program partisipan warga sekolah terhadap lingkungan maka perlu adanya kerjasama dalam pelaksanaan program lingkungan, yaitu ada beberapa yang harus dikerjakan bersama warga sekolah diantaranya adalah:
  1. Mensosialisasikan tentang bahaya penggunaan kemasan plastik bagi lingkungan dan kesehatan semua orang.
  2. Membentuk kantin peduli lingkungan yang bebas dari kemasan plastik dan styrofoam
  3. Meminimalisasikan sampah plastik dengan membawa piring dan gelas dari rumah.
  4. Menyebarkan slogan-slogan tentang peduli lingkungan di lingkungan sekolah.
  5. Melaksanakan program 3 R ( Reduce, Reuse, dan Recycle).
  6. Pembuatan tempat sampah organic dan non organic.
  7. Menanam tanaman toga dan tanaman keluarga.
  8. Mengadakan lomba kebersihan sekolah.
  9. Pembuatan sumur resapan.
   
Pengembangan Sekolah Berwawasan Adiwiyata 

Sekolah berwasasan lingkungan (Adiwiyata) bertanggungjawab dan sekaligus berperan aktif dalam upaya penyelamatan lingkungan hidup serta pembangunan berkelanjutan. Kegiatan utama program Adiwiyata adalah mewujudkan Sekolah Berbudaya Lingkungan (SBL). Dengan bentuk kegiatan yang bisa mensinergikan antara kegiatan fisik dan non fisik, seperti :

1)    Kegiatan non fisik 

Kegiatan ini bisa dilihat dari bentuk perubahan karakterisik siswa yang lebih peduli lingkungan, disiplin, tanggung jawab, rasa memiliki, dan tenggang rasa. Bentuk kegiatan non fisik adalah pada sikap  pembiasaan murid yaitu :
Pada kebiasaan membuang sampah pada tempatnya.
  • Memilah sampah organic dan non organic.
  • Menjaga lingkungan kelas dari sampah.
  • Menanam tanaman, merawat tanaman dan  menyiram tanaman.
  • Menjaga kesehatan diri.
  • Sholat duha berjamaah dengan pembiasaan menggunakan air secukupnya, menata sandal dengan rapi, kultum hidup sehat.
  • Ikrar hidup sehat dan menjaga lingkungan. 
Pembiasaan ini akan melekat dan menjadi bentuk karakter yang membudaya. Sehingga tujuan kita dalam pendidikan yaitu membentuk karakter murid dengan pembiasaan ini menjadi lebih mudah untuk mengkontrol dan terintergrasi antara pembelajaran dan pembiasaan.

2)    Kegiatan Fisik 
Kegiatan ini lebih pada bentuk aplikasi yang sifatnya pada teknis pelaksanan yang mendukung sekolah berbudaya lingkungan pada sarana dan prasarananya .
Contoh:
  • Membuat kantin peduli lingkungan yang bebas dari plastikdan styrofoam.
  • Menyebarkan atau memasang slogan–slogan tentang peduli lingkungan sekolah.
  • Melaksanan program 3R( Reduce, Reuses dan Recycle).
  • Pembuatan tempat sampah organic dan non organic.
  • Penanaman tanaman peneduh, tanaman produktif, tanaman langka, dan tanaman toga atau apotik hidup, penataan taman sekolah didalam dan diluar lingkungan sekolah.
  • Mengadakan lomba kebersihan.
  • Pembuatan lobang biopori dan sumur resapan. 
Dalam sekolah berwawasan lingkungan ini semua aspek diolah menjadi satu kesatuan yang utuh karena tanggung jawab kita adalah menjaga dan merawat alam ini, karena alam ini adalah amanah dari Yang Maha Kuasa dan merupakan warisan anak cucu kita. Warga sekolah turut bertanggungjawab dalam upaya-upaya penyelamatan lingkungan dan pembangunan lingkungan berkelanjutan. 

FOTO KEGIATAN
Foto 1 : Pelatihan auditor cilik pada siswa/i SDI Al Azhar 27 

 
Foto 2 : Pembentukan eco-lab SDI Al Azhar 27 Cibinong 

 
Foto 3 : Pembuatan lubang biopori

 
Foto 4 : Pembuatan produk kerajinan tangan dengan bahan daur ulang 

 
Foto 5 : Penanaman Bibit Pohon

 
Penulis adalah kordinator adiwiyata
SDI Al Azhar 27 Cibinong
Diberdayakan oleh Blogger.