header_ads

Jawa Barat Raih Penghargaan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha Tahun 2016

Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha 

Hari Otda ke XX, Jabar Raih Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha. Penghargaan ini merupakan puncak acara rangkaian Peringatan Hari Otonomi Daerah XX, yang menjadi bagian dari upaya merefleksikan kembali makna desentralisasi, serta otonomi daerah yang telah diimplementasikan sejak 1999 lalu. 

Pada tahun 2016 ini mengusung tema “Mememantapkan Otonomi Daerah Menghadapi Tantangan Masyarakat Ekonomi Asean". Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menerima penghargaan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha yang diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, di Alun-alun Kulon Progo Yogyakarta, Senin (25/4/2016). 

Penghargaan Satya Lencana Bakti Praja Nugraha merupakan penghargaan tertinggi dari Presiden dalam hal pengelolaan manajemen pemerintahan. Penghargaan ini didasarkan atas penilaian terbaik dalam Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EKPPD) tahun 2014 terhadap Laporan Pertanggungjawaban Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) 2014 yang dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri dan BPKP. 

Beberapa aspek yang menjadi penilaian diantaranya pada Laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD, Informasi Keuangan Daerah, Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Daerah, serta aspek-aspek lain yakni aspek kebijakan, kelembagaan, dan SDM pada otonomi daerah. Apresiasinya diambil 3 besar untuk provinsi dan 10 besar untuk kabupaten dan kota. 

Terkait hal ini, Gubernur Jawa Barat bertekad untuk lebih meningkatkan kualitas layanan publik terutama dibidang pendidikan dan kesehatan. Gubernur Aher mengungkapkan dua hal
tersebut lah yang sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan. "Pendidikan itu berpengaruh 94% sangat signifikan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan. Kalau kemudian kesehatan digabungkan dengan pendidikan, itu berpengaruh sangat signifikan lagi, yaitu 98%," katanya. 

Terpisah, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar memimpin Apel Pagi sekaligus Upacara Peringatan Hari Otda ke XX Tahun 2016 Tingkat Provinsi Jawa Barat di Halaman Gedung Sate. Dalam sambutannya pada upacara Hari Otda ini, Wagub menyampaikan amanat Menteri Dalam Negeri RI Tjahyo Kumolo yang menekankan 3 (tiga) hal utama dalam peringatan Hari Otda Tahun 2016 ini, sesuai dengan temanya "Memantapkan Otonomi Daerah Menghadapi Tantangan Masyarakat Ekonomi Asean."

"Pertama, Otonomi Daerah yang telah menjadi komitmen dan konsensus para pendiri bangsa Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945, bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, peningkatan daya saing daerah dan pengembangan demokrasi lokal. Kedua, melalui MEA pemerintah pusat meminta pemerintah daerah harus kembali menata seluruh elemen otonomi daerah, agar Indonesia tidak menjadi penonton dalam era persaingan bebas tersebut. Karena di era MEA tersebut diberlakukan 5 arus bebas dalam aktivitas ekonomi antar-negara Asean. Ketiga, melalui otonomi daerah Indonesia diharapkan tak akan kalah bersaing dengan negara-negara yang berada di lingkungan Asean lainnya," paparnya. 

Saat ini terdapat 42.633 Peraturan Perundang-undangan yang tumpang tindih dan 3.000 Peraturan Daerah yang harus dibatalkan Tahun 2016. Untuk itu, pemerintah daerah bersama DPRD diminta untuk segera menindaklanjuti Pembatalan Peraturan Daerah yang ada di daerahnya masing-masing, khususnya Perda yang menghambat investasi dan perizinan, serta yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. (red)


Diberdayakan oleh Blogger.