header_ads

Linguaphone.id

Jawa Barat Gandeng JPIP Untuk Menggali Inovasi

Jabar Gandeng JPIP Tuk Gali Inovasi 

Pemerintah Provinsi Jawa Barat, tengah menekankan sekaligus mendorong segenap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Kabupaten/Kota di lingkungan Pemerintahannya untuk terus berinovasi. Inovasi menjadi sebuah keniscayaan untuk mengakselerasi hadirnya kesejahteraan dan tercapainya hasil- hasil pembangunan yang dapat dirasakan penuh oleh masyarakat luas. Inovasi yang diharapkan merupakan suatu terobosan atau proses bisnis yang unik, menarik dan akseleratif. 

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengungkapkan bahwa sudah saatnya kini untuk berpikir 'out of the box', atau membuat terobosan baru bagaimana caranya membuat suatu proses (pelayanan) menjadi lebih efektif dan efisien dan membuat berbagai urusan menjadi mudah. Alasan Pemprov Jabar menggandeng Jawa Pos Institute Pro- Otonomi (JPIP), guna penggalian Inovasi Pelayanan Publik pada masing-masing OPD -nya. Rapat kerja antara Pemerintah Provinsi, para OPD, dan Kabupaten/Kota digelar di Ruang Rapat Papandayan Gedung Sate - Kota Bandung, Jum'at (15/04/2016). 

"JPIP merupakan sebuah lembaga yang melakukan monitoring dan evaluasi implementasi otonomi daerah. Seperti inisiasi tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), perumusan peraturan pemerintah (PP), peraturan menteri (Permen), maupun bentuk pengukuran indeks tata kelola pemerintahan (governance index). JPIP sudah menjadi bagian dari perumusan sebagian peraturan tentang otonomi daerah," jelasnya.  

Gubernur mengungkapkan rapat ini digunakan untuk menggali inovasi sekaligus membuat perencanaan yang matang untuk jalan kedepannya. Menurutnya, perencanaan adalah kuncinya kesuksesan. Perencanaanlah akan membimbing untuk sukses. Meskipun perencanaan yang baik pun tidak menjamin sepenuhnya untuk sukses tetapi, kesuksesan tidak akan pernah terjadi tanpa perencanaan yang baik.

Sementara, Direkrur Eksekutif JPIP Rohman Budijanto mengungkapkan bahwa pihaknya sudah berpengalaman sejak tahun 2001. Dengan nama pro- otonomi, ia mengaku pihaknya ingin otonomi itu sukses. "Kita mengawal bagaimana para invator kabupaten/Kota, juga di SKPD, atau OPD di suatu daerah, bagaimana para inovator itu merasa ditemani, diapresiasi, dan dikritik. Sehingga mereka terpacu unruk berinovasi demi sebuah kemajuan," kata Budijanto. 

Menurutnya, banyak bidang yang perlu mendapat sentuhan inovasi, misalnya bidang ekonomi, pendidikan, bidang partisipasi politik, semuanya banyak. Pada Rapat Kerja tersebut, pihaknya akan menyimak, mengevaluasi, menilai, bagaimana inovasi yang telah dibuat, sedang dilaksanakan, dan akan dirancang bisa dikembangkan lebih lanjut. (red)
Diberdayakan oleh Blogger.