header_ads

Linguaphone.id

Gubernur Jawa Barat Buka Musrenbang 2017

Perencanaan Untuk Kehidupan yang Lebih Baik 

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan membuka acara puncak Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) untuk Penyusunan RKPD Jawa Barat 2017. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Horison Jl. Pelajar Pejuang 45 No. 121 Bandung, Kamis (14/04/2016).

Gubernur Aher ingin Musrenbang dapat menghasilkan kemajuan yang terarah, bisa mencapai pembangunan secara bersama - sama, juga dapat menyelesaikan masalah yang ada secara bersama - sama. Untuk itu, perencanaan pembangunan penting dirumuskan secara matang. Perumusan rencana pembangunan yang ada perlu juga memperhatikan issu global dan nasional terkini, dalam berbagai aspek kehidupan. 

Sejumlah isu penting yang menjadi prioritas yang dikemukakan Aher pada pertemuan ini diantaranya peningkatan di sektor pendidikan, kesehatan, daya beli masyarakat, ketahanan pangan, ketahanan keluarga, penanggulangan kemiskinan, penurunan angka pengangguran terbuka, alih kelola SMA/SMK, Pilkada serentak di Kabupaten/Kota dan pencapaian indikator kerja serta misi pada RPJMD Jabar. Namun, ada dua hal yang menurut Aher tidak bisa 'digeser' pada skala prioritas yang dirancang. Yaitu, satu pendidikan, dua kesehatan. Karena kedua- duanya adalah hal pokok. Pendidikan akan berkorelasi pada daya beli, yang berpengaruh sebanyak 94% pada kesejahteraan.

Terkait kesehatan, Gubernur mengungkapkan bahwa masalah kesehatan perlu didukung oleh tersedianya air bersih. Saat ini sebanyak 67% Masyarakat Jawa Barat bisa mengkonsumsi air bersih, 33% nya masih belum. Disisi lain, masalah sampah juga berpengaruh pada masalah kesehatan. Sampah yang tak tertangani dengan baik, akan menjadi sumber penyakit, yang berpengaruh pada turunnya kesehatan masyarakat. "Mungkin air dan sampah dulu perlu diselesaikan, baru kita fokuskan masalah kesehatannya." paparnay.

Sementara bidang perekonomian, saat ini Jawa barat masih tumbuh di angka 5,03%. Dimana laju ekonomi Jawa Barat mempengaruhi 20% Nasional. Namun, dalam perhitungan sensus ekonomi. Aher menginginkan ada perbaikan. "Mudah - mudahan sekarang ada sensus ekonomi dapat diluruskan masalah ini. Namun yang terpenting dari keseluruhan pembangunan yang ada, semuanya harus bermuara pada tiga hal. Aher mengungkapkan, laju ekonomi yang ada, pembangunan yang ada harus berpengaruh pada, "satu, bekurangnya kemiskinan secara signifikan, dua, berkurangnya pengangguran secara signifikan, tiga, Terjaganya daya dukung lingkungan hidup," kata dia.

Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dalam pelaksanaan pembangunan pada tahun 2017 diantaranya, optimalisasi pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals), Pembangunan yang memperhatikan prioritas pembangunan nasional dalam RPJMN maupun RKP Tahun 2017, pengembangan prinsip good governance, dengan struktur organisasi pemerintah daerah.

Dalam mewujudkan kemandirian masyarakat Jawa Barat diperlukan kebijakan pembangunan yang diarahkan pada pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan yaitu:
1. Optimalisasi pencapaian janji Gubernur dan indikator kinerja misi RPJMD
untuk tahun 2017.
2. Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan dasar dan non pelayanan
dasar (urusan wajib Provinsi).
3. Optimalisasi pembangunan sektoral, kewilayahan, dan kawasan perbatasan.
4. Optimalisasi implementasi reformasi birokrasi.


Juga pada acara ini, dilakukan penyerahan Piala Anugerah Pangripta Nusantara Tahun 2016 Tingkat Provinsi untuk tiga Kabupaten/ Kota terbaik dalam hal perencanaan pembangunan daerah, yang diraih oleh: terbaik 1 Kabupaten Garut, terbaik 2/Kota Depok, terbaik 3 kabupaten Kuningan. Untuk Kabupaten/Kota dengan Inovasi terbaik diraih Kota Bandung, terbaik 2 Kabupaten Cirebon, terbaik 3 Kabupaten Bandung. Tak sampai disitu, penghargaan Anugerah Satu Data Pembangunan Jawa Barat
juga diberikan pada Kabupaten/ Kota terbaik dalam bidang pengelolaan data perencanaan pembangunan daerah. Untuk Kategori Kota diraih oleh Kota Depok, Kota Bekasi, Kota Cimahi. Untuk Kategori Kabupaten diraih oleh, terbaik 1 Kabupaten Bandung, terbaik 2 Kabupaten Bogor, ketiga Kabupaten Majalengka.

Pada saat yang sama, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melaksanakan penandatanganan kesepakatan bersama dengan Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (LAPAN) mengenai Pemanfaatan dan Pengembangan Sains dan Tekonologi Kedirgantaraan dan Antariksa untuk Pembangunan Jawa
Barat. (rilis)


Diberdayakan oleh Blogger.