header_ads

Linguaphone.id

BPMPD Persiapkan Pendamping Desa

Pendamping Desa Membantu Pembangunan  Pedesaan

Dalam rangka implementasi dana desa tahun 2016, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Bogor melaksanakan rapat koordinasi dengan calon pendamping desa (PD). Bertempat di Aula Kantor BPMPD Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa, (12/1/2016). 

Kepala BPMPD Kabupaten Bogor, Deni Ardiana menjelaskan, rapat koordinasi yang diikuti oleh 38 peserta pendamping desa yang ditunjuk langsung dari pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut merupakan media komunikasi untuk memberikan arahan serta menjelaskan tentang tupoksi para pendamping desa untuk bisa lebih transparan dalam pendampingan desa. 

Menurutnya, pendamping desa memiliki tugas membantu penyusunan keuangan dana desa. Pendamping desa ini diwajibkan membantu aparat desa untuk menyusun laporan keuangannya serta penggunaan dana desa dan segi pengelolaanya. Contohnya, yang berkaitan dengan prioritas penggunaan dana desa tahun 2016 adalah dua bidang, yaitu bidang pembangunan desa dan bidang pemberdayaan masyarakat sesuai dengan amanat Permendes No 21 tahun 2015 tentang prioritas penggunaan dana desa tahun 2016. 

Deni Ardiana mengatakan, jumlah pendamping desa saat ini baru 38 Orang mudah-mudahan dibulan febuari mendatang menjadi 60 orang yang akan di tetapkan disetiap desa. "Mereka dipilih langsung oleh pemerintah provinsi (Pemrov) Jawa Barat. Dari 38 orang ini untuk ditempatkan di Kecamatan sesuai surat tugas dan harus segera bekerja mulai bulan Januari sampai bulan maret 2016,"terangnya.(IB/NC) 

Kepala Badan BPMPD Kabupaten Bogor berharap semua pendamping desa dan pihak terkait dapat mendukung pembangunan di desa-desa sehingga terjadi perubahaan yang lebih baik sebagaimana visi dan misi Kabupaten Bogor menjadi Kabupaten Termaju se-Indonesia dapat tercapai.
Selain itu, Kepala BPMPD juga mengharapkan semua desa dapat berdikari ekonomi dengan merencanakan berdirinya Badan Usaha Milik Desa (BUMDES). 

BUMDES sendiri harus sesuai dengan tipologi dan potensi desa dengan dukungan modal dari Dana Desa. “Apalagi tahun ini pagu dana desa naik cukup besar dibanding tahun 2015,” Pungkasnya.
Untuk diketahui, Pendamping desa memiliki 4 tingkatan yang masing-masing ada di tingkat nasional dan provinsi, kabupaten, kecamatan, dan desa. 

Di tingkat nasional dan provinsi, pendamping desa disebut tenaga ahli pemberdayaan masyarakat. Tugas utamanya adalah memberikan bantuan teknis keahlian bidang manajemen, kajian, keuangan, pelatihan, dan peningkatan kapasitas, kaderisasi, infrastruktur perdesaan, dan regulasi. Sementara untuk tingkat kabupaten, disebut dengan pendamping teknis. Tugas utamanya yaitu mendampingi desa dalam pelaksanaan program dan kegiatan sektoral. 

Untuk di tingkat kecamatan, pendamping desa disebut dengan nama pendamping desa. Tugasnya mendampingi desa dalam menyelenggarakan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Di tingkat desa, pendamping desa disebut kader pemberdayaan masyarakat desa (KPMD) yang tugasnya  menumbuhkembangkan dan menggerakkan prakarsa, partisipasi, serta swadaya gotong royong. Seluruh pendamping desa bertanggung jawab langsung terhadap Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. (Diskominfo)
Diberdayakan oleh Blogger.