header_ads

Linguaphone.id

Upaya Jabar Atasi Masalah Sampah dan Banjir

Masalah Sampah dan Banjir, Aher Sodorkan 3 Pendekatan 

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan, Pemprov Jabar berkomitmen untuk menuntaskan permasalahan sampah yang menumpuk di anak sungai Citarum. Menindaklanjuti komitmen tersebut, Rapat Koordinasi Sinergi Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dan Gerakan Citarum BESTARI (DAS Citarum Bandung Raya) digelar di Mako I Kodam III/Siliwangi, Senin (28/3/2016).

Turut pula pada rakor tersebut, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Hadi Prasojo, Walikota Bandung Ridwan Kamil, Bupati Bandung Barat Abubakar, dan jajaran Dinas terkait. 

Disela kegiatan Rakor tersebut, Gubernur mengatakan ada tiga pendekatan yang perlu diterapkan pada lingkungan, juga masyarakat, guna menyelesaikan persoalan tersebut hingga tuntas & berkelanjutan. Diantaranya, pendekatan Kultur, Struktur, dan Non – Struktur. Dengan pendekatan Kultur, budaya baru perlu dibuat, disosialisasikan, dan diaplikasikan secara menyeluruh. Dengan membuat ‘tradisi’ yang baru, masyarakat diedukasi untuk tidak membuang sampah, dan limbah kehidupannya ke sungai, karena hal tersebut akan membawa ‘bencana’ yang fatal bagi lingkungan.
 
"Namun, untuk mendukung hal Kultural tersebut, diperlukan pula hal – hal struktural. Untuk melarang warga membuang sampah ke sungai, maka tong – tong sampah perlu disediakan. Agar industri tak membuang limbah sembarangan, maka diperlukan fasilitas pengolahan limbah komunal. Untuk masyarakat yang beternak di bantaran sungai, maka perlu juga struktur untuk mengalihkan kandang – kandang ternak mereka ke tampat yang lebih tepat," katanya.

Disamping itu semua, lanjut Gubernur, diperlukan pula pendekatan Non – Struktur. Menurut Aher itu adalah terkait dengan alam yang perlu dijada dan dilestarikan. Daya dukung lingkungan menurutnya penting. Dengan lahan yang hijau dibagian hulu, penanaman pohon/ tanaman tegak/ kayu – kayuan. Akan menghindari erosi yang menghadirkan sedimentasi di sungai, menyebabkan air keruh, peresapan air di tanah kurang, sehingga air deras membanjiri kawasan hilir. Maka konservasi di kawasan hulu menjadi penting. 

“Dalam jangka panjang tentu ada tiga hal ya, pertama kita harus membangun kultur baru, membangun budaya baru di Jawa Barat, khususnya di Bandung Raya, yaitu budaya tidak membuang sampah dan limbah apapun ke sungai.  Disamping proses Kultur Baru tersebut, kita juga perlu Struktur, atau sarana prasarana, seperti pengolahan limbah komunal, memindahkan kandang sapi (Ternak), menyediakan tempat – tempat sampah.  Ketiga Non – Struktur, yaitu yang terkait dengan alamnya, penghijauan, konservasi, semua kawasan di hulu," papar Gubernur.

Adapun langkah represif yang akan terus dilakukan. Seperti mengangkut sampah – sampah yang telah terbuang di sungai. Membersihkan bantaran sungai dengan bantuan prajurit TNI, sebagai salah satu tindakan ‘Operasi Militer Selain Perang.’ “Kemudian tindakan represif, adalah mengangkat sampah – sampah yang sudah ada di sungai. Nah ini Insya Allah dalam waktu cepat bisa selesai. Terbukti di Cijagra juga kan bisa selesai hanya dua hari dengan bantuan TNI,” ujar Aher. (Rsd)
Diberdayakan oleh Blogger.