header_ads

Pemprov Jabar Ingin Tuntaskan Masalah Sampah

Pemprov Jabar Berkomitmen Selesaikan Persoalan Sampah 

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan Pemprov Jabar berkomitmen untuk menuntaskan permasalahan sampah yang menumpuk di anak sungai Citarum. Dirinya juga mengajak semua pihak termasuk pemerintah kota/kabupaten setempat dan warga untuk menangani permasalahan ini secara berkelanjutan. 

Gubernur Jabar mengungkapkan hal ini saat memantau langsung tumpukan sampah yang menghambat aliran sungai Cikapundung, di kampung Cijagra Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, Jumat (25/3/2016). Turut memantau bersamanya, Wagub Jabar Deddy Mizwar, Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Hadi Prasojo, Wakil Walikota Bandung Oded M Danial, Wakil Bupati Bandung Gungun Gunawan dan jajaran Dinas terkait. 

Gubernur mengatakan, selain berasal dari sampah industri, tumpukan sampah di beberapa sungai di Bandung pun tak lepas dari ulah warga sendiri yang membuang sampah ke sungai. “Salah satu penyelesaiannya harus tobat semua ya, jangan buang sampah ke sungai, dosa, tuh runtahna ngabring” ujar Aher dihadapan warga. 

Menurut Aher, berbagai langkah yang telah dilakukan pemerintah dalam menangani persoalan sampah seperti pengerukan dan normalisasi sungai, akan sia-sia jika perilaku warga tidak dirubah. Kedepannya Pemprov Jawa Barat bersama Pemkot Bandung, Pemkab Bandung dan Bandung Barat, Kodam III Siliwangi, Dansesko TNI, Polda Jabar serta BBWS Citarum, akan bekerjasama menyelesaikan persoalan sampah ini hingga tuntas dan berkelanjutan. 

“Kita akan lakukan secara bertahap dan berkomitmen dengan semua stakeholder, ini harus diselesaikan tapi jangan hanya tuntas karena sampah akan datang lagi melainkan harus berkelanjutan agar sampah tidak ada lagi. Hal ini bisa terwujud bila masyarakat juga tidak lagi membuang sampah ke sungai,” tambahnya.

Pemandangan hampir sama, juga terlihat saat Gubernur dan rombongan meninjau lokasi kedua di sungai Citepus Desa Cisirung Kecamatan Dayeuhkolot yang juga alirannya bermuara ke sungai Citarum. Tumpukan Sampah juga tersangkut dibawah jembatan Citepus yang bila terjadi hujan sangat rawan terjadi banjir. Di sungai ini limbah industri yang berwarna kemerahan juga terlihat mengalir. 

Saat meninjau lokasi terakhir yaitu di jembatan BBS Kecamatan Cihampelas Kabupaten Bandung Barat yang merupakan aliran sungai Citarum, Aher mengatakan, pengolahan limbah industri harus dilakukan secara komunal oleh suatu perusahaan yang khusus menangani limbah. Hal ini untuk memisahkan antara industri dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sehingga pengolahan limbah akan lebih maksimal. “Bisa perusahaan pemerintah atau swasta, nanti ketika industri buang limbah mereka harus bayar ke pengelola IPAL ini,” tutup Aher. (rsd)

Diberdayakan oleh Blogger.