header_ads

Panen padi Kompak Tani Tetap Maju Desa Gorowong

Panen Padi Kompak Tani Tetap Maju Desa Gorowong 

BOGOR - Panen padi penangkaran benih Kompak Tani Tetap Maju Desa Gorowong, Kecamatan Parung Panjang Kabupaten Bogor, Selasa (22/3/2016) berjalan dengan hikmad. Hal ini demi terciptanya swasembada benih padi bermutu Kabupaten Bogor, Kelompok Kompak Tani Tetap Maju akhirnya menuaikan hasil yang positif. Guna menghasilkan kualitas unggul.

Kegiatan tersebut dihadiri Koordinator Penyuluh dari BKP5K, Koramil 2119, Kapolsek Parungpanjang, Kepala Desa Gorowong,

Untuk kali pertama Petani Desa Gerowong kecamatan Parungpanjang kabupaten Bogor, bergembira saat musim panen padi awal tahun ini. Sebelum berpropesi sebagai kelompok tani puluhan warga yang tergabung dalam kelompok tani tetap maju ini matapencahariannya sebagai pengrajin bata merah.

Sebanyak 7 ton padi jenis bermutu ini di panen sebagai bukti keberhasilan kelompok tani dalam mengolah lahan tidur menjadi lahan pertanian. Di saksikan kepala desa Gerowong, perwakilan camat parung panjang, Danrem, Koordinator penyuluh dari BKP5K kabupaten Bogor, serta UPT Pertanian setempat, para petani ini nampak puas terhadap hasil kerja keras nya selama 4 bulan.

Koordinator Penyuluh dari BKP5K Asep Suhendra mengatakan kelompok Kompak Tani Tetap Maju sudah berbadan hukum sejak di bentuk Pada pertengahan 2015 lalu. "Anggota kelompok tani kami berikan penyuluhan teori dua puluh persen dan praktek tujuh puluh lima persen dan tahun ini berhasil menunjukan kemampuan anggota dalam memngolah lahan pertanian secara baik dan benar," kata Asep, selasa (22/3/2016).

Pihaknya akan terus memberikan pendampingan dan penyuluhan terkait bercocok tanam padi serta mengenal anomali iklim pertanian desawa ini yang memiliki cuaca ekstrim dan ancaman global worming, sehingga mereka dapat menjadi petani yang mandiri dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya masing-masing.

Dilokasi yang sama Pengawas BPSP Provinsi Jawa Barat, Abas Alsabilah, mengatakan pihaknya akan mengambil sample padi yang akan kita uji kelayakan sertifikasi. "Dan harapan kami dengan ada pendampingan kelompok tani akan menjadi kelompok tani yang mandiri. Nantinya anggota kelompok tani ini harus bisa lebih memahami cara teknis, dan memperoleh bimbingan legalitas hukum dalam berorganisasi," imbuhnya. (red)
Diberdayakan oleh Blogger.