header_ads

Linguaphone.id

Kabupaten Bogor Tingkatkan Kewaspadaan Flu Burung

Kabupaten Bogor Tingkatkan Kewaspadaan Flu Burung 

Menyusul pemusnahan ribuan unggas yang terinveksi avian influensa (flu burung) di kawasan Jakarta Selatan pekan ini, membuat Pemerintah Kabupaten Bogor tingkatkan kewaspadaan.

Kendati belum ada laporan kejadian unggas yang terinfeksi flu burung, namun Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor bersama 8 Unit Pelaksana Teknis Pusat Kesehatan Hewan dan Ikan sudah melaksanakan vaksinasi secara rutin dengan dosis 13 ribu avian influensa ke 40 wilayah kecamatan.

drh.Arne Ratna selaku Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Hewan menjelaskan sasaran dan target vaksin adalah semua jenis unggas yang dikandangkan oleh pemiliknya. "Jenis unggas seperti ayam, burung, entok, itik, kalkun, angsa dan jenis lainnya. Dihimbau unggas jangan dibiarkan lepas atau liar serta menjaga kebersihan kandang," himbaunya.

Menurutnya, petugas lapangan rutin 3 kali setahun melakukan pendataan dan berkordinasi sekaligus pemberian vaksin. “Cara mencegah flu burung yaitu warga menerapkan Pola Hidup Bersih Sehat. Apabila warga menemukan ada hewan unggas mati mendadak tanpa gejala yang jelas maka segera lapor ke pihak desa atau upt," pinta dia.

Ditanya tentang Sosialisasi kesehatan hewan, dirinya mengklaim pada umumnya sudah dilaksanakan sosialisasi melalui setiap UPT dengan sasaran peternak, pemilik unggas, kader posyandu maupun rapat minggon.

 "Bahkan Surat edaran kewaspadaan penyakit hewan menular sudah disebar ke seluruh UPT untuk menyebarkannya ke masyarakat luas sejak Januari. "Bulan maret ini kita edarkan lagi surat kewaspadaan penyakit hewan menular. Sejauh ini belum ada dilaporkan kejadian kasus flu burung, semoga tidak terjadi di Bogor," tutup drh.Arne Ratna. (Sab/Rief)
Diberdayakan oleh Blogger.