Header Ads

Jawa Barat Masih Menjadi Primadona Investor

Jawa Barat Masih Menjadi Primadona Investor 

Provinsi Jawa Barat masih menjadi tujuan favorit para investor, baik asing maupun domestik untuk menanamkan investasinya pada tahun 2015 lalu. Hal ini terungkap dalam dialog nasional yang digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Harian Bisnis Indonesia yang mengambil tema "Meningkatkan Peran Sektor Keuangan Dalam Percepatan Pembangunan Ekonomi Daerah" di Singosari Poolside Hotel Borobudur, Jl. Lapangan Banteng Jakarta, Senin (29/20/2016).

Dalam dialog tersebut, Kepala Ekonom BNI Ryan Kiryanto mengungkapkan dalam materi presentasinya "Review Perekonomian Indonesia" bahwa realisasi investasi langsung di Jawa Barat mencapai Rp 103,1 Triliun melebihi target investasi tahun 2015 sebesar Rp 95 Triliun.

“Jawa Timur menjadi provinsi dengan nilai investasi yang berasal dari dalam negeri terbesar sepanjang 2015, dengan nilai investasi sebesar Rp 35,5 Triliun. Disusul Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Tengah. Untuk investasi Asing (PMA), provinsi dengan porsi terbesar adalah Jawa Barat dengan Rp 76,8 Triliun,” kata Ryan dalam dialog yang juga turut dihadiri Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, sebagai salah satu narasumber.

Tercatat dari data yang berasal dari BKPM tahun 2016, Jawa Barat mendapat total nilai investasi sebesar Rp 103,1 Triliun lebih dengan rincian investasi asing (FDI) yang masuk sebesar Rp 76,8 Triliun lebih dan investasi yang beradal dari dalam negeri (DDI) sebesar Rp 26,2 Triliun lebih. Sementara Jawa Timur menempati urutan kedua dengan total nilai investasi sebesar Rp 70,2 Triliun dengan FDI sebesar Rp 34,7 Triliun lebih dan DDI sebesar Rp 35,4 Triliun lebih. Dan posisi ketiga ditempati DKI Jakarta dengan total nilai investasi Rp 63,9 Triliun dengan FDI sebesar 48,4 Triliun lebih dan DDI sebesar Rp 15,5 Triliun lebih. 

Acara dialog nasional ini dibuka oleh Menteri Desa, PDT & Transmigrasi Marwan Jafar yang mengantarkan makalah berjudul “Revitalisasi Peran Sektor Keuangan Dalam Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal”, serta dihadiri Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad sebagai keynote speech. Turut hadir sebagai narasumber yaitu Anggota Dewan Komisioner OJK Nelson Tampubolon, Wakil Walikota Pasuruan Jawa Timur Raharto Teno Prasetyo, Ketua Umum Apindo Hariyadi B Sukamdani. Hadir pula Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Arif Budisusilo sebagai moderator, perwakilan dunia perbankan nasional, serta para peserta dialog. (red)

Diberdayakan oleh Blogger.