header_ads

Linguaphone.id

Jabar Tuan Rumah Asia Tourism Forum

Jabar Akan Jadi Tuan Rumah Asia Tourism Forum 

Jawa Barat akan menjadi tuan rumah Asia Tourism Forum (ATF), yang rencananya diselenggarakan pada 7 - 9 Mei 2016. Hal ini diungkapkan Kepala Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung Anang Sutono, usai menemui Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy MIzwar, di Ruang Kerja Wagub, Gedung Sate Bandung, Kamis (10/3/2016). 

Kepala Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung Anang Sutono mengungkapkan, ATF merupakan forum internasional yang akan dihadiri oleh sekitar 30 negara di kawasan Asia. Namun selain itu menurutnya, sejumlah Negara ‘barat’ seperti Amerika, Kanada, Inggris, Australia, juga direncanakan akan hadir pada forum tersebut. 

Forum Internasional Kepariwisataan ini merupakan wadah berkumpulnya para stakeholder pariwisata. Seperti para peneliti pariwisata, para praktisi industri pariwisata, akademisi, serta pejabat pemerintah dan para pemangku kebijakan pariwisata. 

“Hari ini STP Bandung, saya sebagai ketua disana memohon waktu kepada Pak Wagub untuk berkonsultasi kaitannya dengan Jawa Barat akan menjadi ‘host’ atau tuan rumah dalam penyelenggaraan Asia Tourism Forum (ATF),” ungkap Anang.

Tema kegiatan ATF nanti akan mengambil tema "A New Approach of Wonderful Tourism.” Yang akan menggali berbagai pendekatan baru pada industri pariwisata. Dengan tujuan, memberikan manfaat strategis bagi masyarakat melalui pariwisata. Sebagai contohnya, pariwisata akan menjadi penting bagi masyarakat apabila dapat menggerakan perekonomian rakyat, mengeksplorasi lingkungan, dan menaikan popularitas daerah tertentu. Artinya pariwisata dapat 

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan bahwa untuk memakmurkan masyarakat melalui pariwisata, juga perlu pemberdayaan. Masyarakat harus dibekali pengetahuan tentang kepariwisataan, agar peluang dengan segala potensi yang dimiliki, tak justru dimanfaatkan pihak lain.

“Tenaga manusianya, SDM di bidang kepariwisataan. Daerah – daerah yang ingin kita kembangkan jadi daerah pariwisata bagaimana masyarakatnya kita berikan pemberdayaan. Misalkan pengetahuan tentang kepariwisataan, jangan sampai pelakunya justru dari luar. Karna mestinya pelaku utama pariwisata adalah masyarakat setempat,” ujar Deddy Mizwar. 

 Infrastruktur penunjang aksesbilitas suatu daerah Pariwisata perlu perhatian secara khusus. Agar para penikmat wisata, tak segan, dan tak ragu untuk mengunjungi objek wisata yang ada.  “Maka pelatihan – pelatihan, Bimbingan Teknis (Bimtek) segala macam kita lakukan. Seperti sekarang Ciletuhkan, sudah banyak pelatihan – pelatihan, pertemuan – pertemuan untuk pemberdayaan masyarakatnya. Kemudian juga potensi lokalnya dikembangkan. Jadi berbagai hal mesti dilakukan untuk pemberdayaan masyarakat, keterampilan,” tutup Deddy. (red)

Diberdayakan oleh Blogger.