header_ads

Difteri Tewaskan Satu Balita Bogor

Penyebaran bakteri difteri dapat terjadi melalui udara 

BOGOR - Jawa Barat kembali terancam bahaya penyakit Difteri, bahkan di Tahun 2016 ini wilayah Kabupaten Majalengka telah menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri, setelah satu pasien meninggal dunia dan 8 orang lainnya dinyatakan positif. 

Saat ini wilayah Kabupaten Bogor pun tak luput dari ancaman Difteria, diantaranya tercatat seorang balita meninggal dunia dan seorang balita asal Desa Pasir Angin Kecamatan Cileungsi masih dalam perawatan di RSPI Jakarta, serta seorang balita asal Desa Ciangsana Kecamatan Gunung Putri yang kini juga masih dalam perawatan di RS Hermina Bekasi. 

Kepala Bidang Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor. Sri Basuki Dewi Lestari membenarkan Satu Balita Di Bogor Meninggal Akibat Difteri, dan dua balita masih dalam perawatan. "Difteri memang berbahaya karena bakteri ini menyerang selaput lendir pada hidung serta tenggorokan dan terkadang dapat memengaruhi kulit. Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang dapat mengancam jiwa jika tidak segera ditangani," ungkapnya.

Kasie Survelians Imunisasi Dinkes Kabupaten Bogor, dr. Yessi Desputri membenarkan saat ini sejumlah tiga balita positif menderita Difteri dimana satu balita itu dinyatakan telah meninggal dunia. "Sejak awal Februari Tim Kesehatan Kabupaten Bogor bersama Tim Puskesmas Pasir Angin sudah melakukan investigasi, dan Selasa (16/2) besok juga akan melakukan investigasi bersama Tim Puskesmas Ciangsana. "Korban meninggal bernama Afnan (5 th 11 bln) dan penderita yang masih dirawat bernama Rafi Faeza (3 th 8 bln), Keduanya warga Pasir Angin. Sedangkan seorang balita asal Ciangsana berusia 1 tahun masih dirawat di Rumah Sakit," jelasnya.

Menurutnya, Difteri disebabkan oleh dua jenis bakteri, yaitu Corynebacterium diphtheriae dan Corynebacterium ulcerans. Masa inkubasi (saat bakteri masuk ke tubuh sampai gejala muncul) penyakit ini umumnya dua hingga lima hari. "Gejala-gejala yang mengindikasikan penyakit ini meliputi terbentuknya membran abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel. Demam dan menggigil. Sakit tenggorokan dan suara serak. Sulit bernapas atau napas yang cepat. Pembengkakan kelenjar limfa pada leher. Lemas dan lelah. Hidung beringus," jelasnya.

Dirinya menghimbau apabila ditemukan gejala itu maka segera periksakan diri ke dokter jika Anda atau anak Anda menunjukkan gejala-gejala di atas. Penyakit ini harus diobati secepatnya untuk mencegah komplikasi. "Penyebaran bakteri difteri dapat terjadi dengan mudah dan yang utama adalah melalui udara saat seorang penderita bersin atau batuk," tambahnya. (red) 

Diberdayakan oleh Blogger.