header_ads

Perairan Indonesia Tercemar

Indonesia Penyumbang Sampah Plastik Ke Laut Terbesar Kedua

Indonesia tercatat sebagai negara penghasil sampah plastik ke laut kedua di dunia setelah Tiongkok. Data Jambeck et al 2015 menyebutkan sampah plastik Indonesia ke laut mencapai 187,2 juta ton dan Tiongkok di urutan pertama 262,9 juta ton. Sementara negara di Asia Tenggara lainnya seperti, Sri Lanka menghasilkan 14,6 juta ton sampah, Vietnam 55,9 juta ton, Filipina 83,4 juta ton sampah ke laut.

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Tuti Hendrawati Mintarsih mengatakan, sampah plastik di laut tidak bisa terurai.

"Plastik tersebut akan menjadi mikroplastik dan dimakan hewan laut di lautan. Ada penelitian ketika lambung ikan dibelah ada serpihan-serpihan plastik di dalam tubuh ikan," katanya dalam media briefing bertema Belanja Cantik Tanpa Kantong Plastik di KLHK, Jakarta, Selasa (9/2/2016).

Menurutnya, di Indonesia lebih dari satu juta kantong plastik digunakan setiap menitnya. Setiap tahun produksi plastik menghabiskan sekitar 8 persen hasil produksi minyak dunia atau sekitar 12 juta barrel minyak dan 14 juta pohon.

Konsumsi kantong plastik di 100 gerai per harinya 3 lembar kantong plastik per transaksi. Di Indonesia jika diakumulasi dalam satu tahun mencapai 10,95 juta lembar sampah kantong plastik.  Diperkirakan jumlah setara 65,7 hektare atau 60 kali luas lapangan  sepak bola.

Dirinya menjelaskan, saat ini jumlah gerai anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia di seluruh Indonesia mencapai 32.000 gerai artinya ada 9,6 juta lembar kantong plastik per hari atau timbulannya 21.024 hektare per tahun. "Jika kantong plastik dibuang begitu saja bisa menutupi Kota Bandung yang luasnya 16.730 hektare," ucap Tuti.

Dikatakan Tuti, jika tidak ada intervensi pengelolaan kantong plastik, maka pada tahun 2020 jumlah kantong plastik sama dengan jumlah ikan di laut. "Harus ada desain ulang materi kantong plastik. Di Indonesia, ada plastik dari tapioka, negara lain ada yang menggunakan jagung atau limbah jagung," katanya.

Di beberapa negara juga berlomba mendesain kantong plastik ramah lingkungan. Oleh sebab itu, untuk mengurangi timbulan sampah plastik, pemerintah akan menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar.

Rencananya kebijakan ini akan diluncurkan 21 Februari 2016 bertepatan dengan Hari Peduli Sampah. Sebanyak 23 daerah telah berkomitmen dan sembilan di antaranya bersedia menerapkannya meski masih dalam fase uji coba hingga Juni mendatang. [R-15/L-8/RED]

Diberdayakan oleh Blogger.