header_ads

Linguaphone.id

Kota Bogor Bertekad Wujudkan Kota Nyaman

Kota Bogor Akan Menjadi Kota Nyaman Pejalan Kaki 

Walikota Bogor Bima Arya mengatakan ada sebutan baru yang akan melekat pada Bogor yaitu Kota Ramah Pejalan Kaki. Hal itu cukup beralasan karena Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memang sedang gencar membuat pedestrian sebagai solusi mengurangi kemacetan.

Bima Arya mengatakan, banyak kota besar di Indonesia yang selama bertahun-tahun terjebak dengan kepentingan perusahaan tanpa memikirkan jangka panjangnya. "Bertambahnya jumlah kendaraan tidak diikuti dengan pembangunan jalan raya yang hanya 0,1 persen saja dalam setahun. Ini tentu berdampak dari semakin sedikitnya area bagi pejalan kaki dan Pesepeda,” ujar Bima Arya dalam sambutan Pelatihan Pengambangan Fasilitas Pejalan Kaki dan Pesepeda di Hotel Savero Garden Flower pada Rabu (10/2/2016).

Pola tersebut yakni dengan mengubah jalan pikir seperti yang terjadi di kota Amerika Latin. Bima menuturkan, disana jalan raya diperkecil sedangkan pedestrian diperlebar. Tren saat inipun mulai mengarah kearah sana dimana ini juga menjadi cita-cita dari Kota Bogor. “Kalau Bogor tidak bisa melakukan perubahan ini, maka Bogor akan menjadi pusat ruko dan PKL,” papar Bima.

Untuk mewujudkan hal tersebut, lanjut Bima, diperlukan konsep, anggaran, implementasi serta pengawasan. Tak ketinggalan yang jadi titik penting yakni infrastruktur tersebut harus dibangun dengan kultur. Kultur tersebut tentunya harus dimiliki semua warga Bogor agar setelah adanya infrastruktur bisa dijaga keberadaanya. “Kedepan Kota Bogor harus mempunyai pedestrian serta angkutan publik yang aman dan nyaman,” tegas Bima.

Sementara, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor Suharto mengatakan, kosep besar dari pedestrian yakni ingin menyehatkan masyarakat Kota Bogor. Saat ini, Kota Bogor sedang berupaya membangun sebanyak-banyaknya pedestrian terutama disekitaran Kebun Raya. “Ini merupakan satu paket konsep transportasi modern dimana pedestarian jadi faktor yang utama sembari diikuti dengan proses pembentukan kultrul untuk senang berjalan kaki di masyarakat,” pungkas Suharto  (Rilis)
Diberdayakan oleh Blogger.