header_ads

Lebaran.id

Kampanye Kurangi Kantong Plastik Digiatkan

Kota Bogor Siap Berkomitmen dalam Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik 

Kota Bogor akan menggelar kampanye pengurangan penggunaan kantong plastik melalui satu gerakan yang berkesinambungan. Lewat langkah ini, Kota Bogor menjadi satu dari 9 kota yang menyatakan siap berkomitmen dalam pengurangan penggunaan kantong plastik. 

"Saya ingin kampanye atau gerakan ini menjadi satu gerakan massal yang masif. Saya akan mengajak semua kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kota Bogor, para komunitas dan warga Kota Bogor untuk bersama-sama mengurangi penggunaan kantong plastik dengan cara membawa kantong dari rumah," cetus Bima saat menerima perwakilan retail Superindo di Rumah Dinas, Kamis (19/2/2016).

Rencananya seremoni akan digelar di Taman Ekspresi, Sempur. Namun untuk aksi nyata mendukung kampanye tersebut, Bima bersama pihak-pihak terkait akan melakukan kampanye pengurangan kantong plastik dengan mengunjungi retail-retail dibeberapa titik.

Aksi kampanye ini akan dilakukan di tiga titik berbeda yang masing-masing dipimpin Walikota, Wakil Walikota dan Sekda Kota Bogor. "Nantinya mereka akan berbelanja dengan membawa kantong masing-masing,” cetusnya. Namun Bima mengingatkan bahwa bukan pesan membawa kantong plastiknya yang dikedepankan, tapi pesan mengurangi penggunaan kantong plastiknya agar sampai kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaan kampanye tersebut, Pemerintah Kota Bogor menggandeng retail yang tersebar di Kota Bogor, salah satunya Superindo. " Kami berusaha mendukung semua kebijakan dan program Pemerintah Kota Bogor. Untuk kampanye ini, sebenarnya kami telah mengkampanyekan sejak 2010, bahkan Superindo, supermarket pertama yang memberikan reward bagi pelanggan yang tidak menggunakan kantong plastik. Kami terus mengkampanyekan penggunaan kantong belanja pakai ulang." terang Arif Gunantoko, CEO Superindo Elliot Dickson, Division Heard Legal Superindo.

Menurut Arif, isu ini merupakan isu bersama. "Kita ingin memberikan support dan sumbangsih positif bagi Kota Bogor, komitmen mengikuti regulasi yang ada di Kota Bogor. Hal ini menunjukan Kota Bogor memiliki komitmen kuat terkait isu ini. Kita tidak ingin berhenti diseremonial," tegas Arif. (rahmat/adit/erick)
Diberdayakan oleh Blogger.