header_ads

Linguaphone.id

Fogging Tak Tepat Cegah DBD

Cegah DBD, Dinkes Imbau Warga lakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk 

Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Kesehatan berupaya mencegah menjangkitnya  Deman Berdarah (DBD) yang ditularkan melalui nyamuk Aedes Aegypty dengan langkah pencegahan dengan cara fogging (pengasapan). Padahal fogging bukanlah cara tepat untuk membasmi nyamuk tersebut. 

Menurut Kepala Seksi Pencegahan Pemberantasan Penyakit Menular (P3M) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor dr. Siti Robiah, cara terbaik mencegah DBD adalah melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). PSN dilakukan dengan 4M yakni menguras, menutup, mengubur dan mengawasi, sehingga perkembangan nyamuk Aedes Aegypty bisa dikendalikan dari mulai jentik. “Kalau fogging kan hanya mematikan nyamuk dewasanya saja, jentik yang berada di genangan air bersih tidak akan mati,” ujarnya. 

Dirinya menjelaskan, nyamuk dewasa itu masa umur hidupnya 2 – 3 bulan saja namun setiap dua hari bertelur. Sebelum bertelur nyamuk betina harus mengisap darah manusia. Hal inilah yang bisa membuat seseorang terkena DBD ketika nyamuk membawa virus dengue kemudian menularkannya kepada orang lain lewat gigitan. “Jadi jika ada yang terkena DBD di suatu wilayah belum tentu nyamuknya dari rumah bisa jadi dari luar rumah seperti sekolah, atau tempat main.” Papar Obien. 

Obien menuturkan, Dinkes melakukan focus fogging di wilayah yang ditemukan DBD, itu pun jika ditemukan jentik di enam rumah. Fogging sebenarnya tidak terlalu efektif dilakukan, jika di setiap rumah tidak melakukan PSN. Disarankan juga setiap rumah memiliki Juru Pemantau Jentik (Jumantik). “DBD itu memang sering terjadi di Januari dan Februari. Untuk sekarang korban meninggal yang tercatat ada dua orang,” ungkap Obien. 

Untuk diketahui, pasien asal Tegal Gundil yang dikabarkan meninggal akibat demam berdarah sebenarnya meninggal akibat pneumonia (radang paru-paru). Karena pasien selain mengalami demam juga sesak nafas. (Red)

Diberdayakan oleh Blogger.