header_ads

Eks Gafatar Bogor Dikaji Dan Identifikasi

Pemkab Bogor Lakukan Identifikasi dan Kaji Anggota Eks Gafatar Bogor 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus serius mengatasi permasalahan sosial anggota Eks Gafatar, saat ini pihaknya tengah berupaya memulihkan pemikiran para anggota Eks Gafatar untuk kembali keajaran agama yang benar.  Hal itu dilakukan melalui rapat koordinasi dengan Forum Diskusi Kabupaten Bogor, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor, dan MUI Kecamatan se- Kabupaten Bogor, di Gedung MUI Kabupaten Bogor, Kamis (4/2/2016).

Ketua MUI Kabupaten Bogor, Mukri Aji mengatakan, menindaklanjuti fatwa MUI Pusat mengenai Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) merupakan organisasi sesat  AlQiyadah Al Islamiyah yang terlarang. Untuk itu pihaknya terus berupaya membentengi seluruh masyarakat Kabupaten Bogor agar tidak terjerumus pada aliran sesat tersebut. 

Sementara itu, Bupati Bogor Nurhayanti menuturkan, Pemkab Bogor telah menerima sebanyak 98 jiwa yang ditampung di BKS Citereup, dan 77 jiwa lainnya masih berada di Asrama Haji Jakarta. Saat ini sedang dilakukan identifikasi, dan kajian untuk menentukan apakah mereka benar-benar warga Kabupaten Bogor.
  
Katanya menambahkan, ia tengah bekerja keras pasca mereka ditampung di BKS, minimal rumah sementara untuk mereka. Jika mereka dikembalikan begitu saja, belum tentu keluarga, lingkungan mereka bisa terima. “Kami harus betul-betul bisa merubah pemikiran mereka kembali kepada ajaran yang benar. Khawatir mereka akan membawa virus kepada lingkungan dan masyarakat yang lainnya. Kami akan tuntaskan masalah ini, dan ini adalah tantangan bagi pemerintah,” tambahnya.

Kadinsosnakertrans Kabupaten Bogor, Your Sudrajat menjelaskan, Bogor ini rangking pertama di Jabar dengan jumlah anggota Eks Gafatarnya sebanyak 167 jiwa. Namun pihaknya terus lakukan identifikasi, karena setelah diidentifikasi dari 98 anggota eks gafatar yang berada di BKS Citereup terindentifikasi empat Kepala Keluarga asli warga Wonosobo dan satu Kepala Keluarga warga asli Jakarta.

“Kami terjunkan pekerja yang menangani Gafatar di BKS Citeureup, Sembilan orang pekerja sosial, 15 PNS, MUI, Kesbanglinmas, Disdukcapil, dan 10 anggota Polres Bogor dan Kodim, serta Tiga anggota Satpol PP yang bertugas patroli pada malam hari. Hal ini kami lakukan untuk mempercepat proses identifikasi dan menjaga mereka agar tetap berada di BKS. Mereka para anggota eks gafatar diperlakukan dengan baik dan tegas. Ia juga memberlakukan aturan larangan keluarga anggota eks gafatar untuk menjenguk mereka ke BKS Citeureup, dan melarang keras mereka para anggota eks gafatar untuk keluar dari BKS Citereup. (ice)

Diberdayakan oleh Blogger.