header_ads

Linguaphone.id

Waspada DBD Penderita Harus Punya BPJS

Waspada DBD Semakin Menjangkit, Warga Bogor Harus Punya BPJS. 

Wilayah Endemis Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bogor mengalami penurunan jumlah penderita sejak tahun 2014 hingga tahun 2015. Hal ini mendorong Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor untuk menerapkan program pemerintah pusat melalui Satu Juru Pemantau Jentik (Jumantik) disetiap Satu Rumah pada awal tahun 2016 ini.

"Wilayah endemis dimaksud meliputi Kecamatan Cibinong, Kecamatan Sukaraja, Kecamatan Gunung Putri, Kecamatan Cileungsi, Kecamatan Ciomas, Kecamatan Leuwiliang. Tapi baru-baru ini terjadi peningkatan jumlah penderita di wilayah Kecamatan Jonggol, Kecamatan Cileungsi, Kecamatan Ciomas dimana kenaikan mencapai 20 persen " ungkap Kepala Seksi P2P Dinkes Kabupaten Bogor, dr. Intan.

Dirinya juga mengungkapkan dalam bulan Januari 2016 ini segera dilakukan Launching "Satu Rumah Satu Jumantik" yang akan digulirkan di seluruh Kabupaten Bogor. "Hal ini dilakukan atas intruksi Kementerian Kesehatan guna meningkatkan pemantauan terhadap jentik-jentik nyamuk DBD disetiap rumah secara nasional," jelasnya. 

dr. Intan berpendapat langkah mencegah DBD dengan cara melakukan pengasapan (Fogging) dianggap kurang efektif. "Sebisa mungkin untuk tidak melakukan Fogging karena kurang efektif. Lebih efektif melakukan gerakan 3M yaitu Menguras tempat penyimpanan air, Menutup tempat penampungan air, Memanfaatkan barang bekas yang dapat menampung air," jelasnya melalui pesan singkat, Jum'at (15/1/2016) pagi


Penderita DBD Ditolak Di RSUD

Terpisah, Ny.Ucum warga Kecamatan Babakan Madang mengeluhkan sikap salah satu RSUD di Kabupaten Bogor yang menolak anaknya di rawat dengan alasan tidak ada bangsal kosong. "Tapi belakangan petugas RSUD itu bilang bahwa kami ditolak lantaran tidak punya BPJS. Lalu kami diberikan surat rujukan ke RS Yonkes 1 TNI-AD Pomad Bogor," keluhnya, Senin (11/1/2016). 

Dihari yang sama, anak Ny.Ucum penderita DBD bernama Nurleli (15) akhirnya dibawa keluarga menuju ke RS rujukan tersebut bersamaan dengan warga penderita lainnya yang bernama Nova (17) warga Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor. "Iya pak saya cuma dikasih surat rujukan ke rumah sakit tentara ini, kata petugas RSUD sudah tidak ada bangsal lagi," keluh dia. (als)



Diberdayakan oleh Blogger.