header_ads

Linguaphone.id

Sosialisasi Reproduksi Remaja

AKRAB LAKUKAN SOSIALISASI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA BERSAMA WARGA UPADAYA 

Guna menekan permasalahan kesehatan reproduksi yang terjadi pada remaja di Kabupaten Bogor, Aliansi Komunitas Remaja Kabupaten Bogor (AKRAB) yang dibentuk beberapa waktu lalu oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor mengadakan sosialisasi Kesehatan Reproduksi Bagi Remaja bersama Remaja Muda Warga (UPADAYA) di Gedung Bioteknologi LIPI Cibinong pada tanggal 10 dan 17 Januari 2016. Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Pengurus Aliansi Komunitas Remaja Kabupaten Bogor, Perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dan 200 warga UPADAYA beserta 10 pendampingnya.

Kelompok usia remaja merupakan usia yang paling rentan terinfeksi HIV/AIDs dan Penyakit Menular Seksual (PMS). Bahkan dalam jangka waktu tertentu, ketika perempuan remaja menjadi ibu hamil, maka kehamilannya dapat mengancam kelangsungan hidup janin/bayinya. Pada dasarnya, kerentanan perempuan bukan hanya karena faktor biologisnya, namun juga secara sosial dan kultural kurang berdaya untuk menyuarakan kepentingan/haknya pada pasangan seksualnya demi keamanan, kenyamanan, dan kesehatan dirinya.

"Permasalahan kesehatan reproduksi remaja perlu mendapatkan perhatian yang khusus, karena saat ini sudah terjadi pergeseran norma dalam lingkungan masyarakat khususnya remaja, dimana pergaulan menjadi luas dan bebas, terlebih ditunjang dengan sarana media massa dan teknologi yang semakin maju, sehingga para remaja lebih banyak mendpatkan pengetahuan bukan dari pihak yang seharusnya" ujar F.E. Eriyanto selaku Pimpinan Proyek Warga Upadaya.

Ditambahkan menurut Kepala Seksi Remaja dan Lansia pada Dinas Kesehatan Kab. Bogor Wayan Sri Agustini, bahwa keberadaan remaja sebagai harapan masa depan bangsa Indonesia, seharusnya memiliki bekal yang cukup, baik dalam kualitas maupun kuantitas. Untuk itu, perlu adanya upaya yang kongkrit untuk mewujudkan generasi yang unggul dan berkualitas, salah satunya melalui kegiatan sosialisasi ini. Sehingga diharapkan para remaja di yang sedang dalam tahap pencarian jati dirinya, dapat diarahkan ke arah yang lebih positif."kegiatan ini difokuskan pada usia remaja, mengingat usia ini rentan sekali dengan hal-hal yang baru baik yang positif maupun negatif. Karena ketidaktahuan dengan masalah reproduksi bisa berujung pada kehamilan pra nikah, aborsi, seks bebas, dan penyalahgunaan narkotika" ujar Wayan Sri

Sementara itu menurut ketua Aliansi Komunitas Remaja Kabupaten Bogor, Rizki, mengatakan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk mengedukasi para peserta yang kebanyakan remaja ini, agar dapat memahami dan menjaga kesehatan reproduksinya serta dapat menginformasikan tentang kesehatan reproduksi kepada teman sebaya di sekitarnya. Dan untuk output yang tepat sasaran hal ini membutuhkan kerjasama dengan seluruh stakeholders terkait baik pemerintah daerah, masyarakat maupun organisasi kesehatan lainnya. "Informasi mengenai masalah kesehatan reproduksi, selain penting diketahui oleh para pemberi pelayanan kesehatan, pembuat keputusan, juga penting untuk para pendidikan dan penyelenggara program bagi remaja, agar dapat membantu menurunkan masalah kesehatan reproduksi remaja' ujar Rizki. (Ocky/Diskominfo Kabupaten Bogor)

 
0

Diberdayakan oleh Blogger.