header_ads

Linguaphone.id

Kabupaten Bogor Raih Penghargaan Kabupaten Sehat

Penghargaan Kabupaten Sehat dan Manggala Karya Bakti Husada 

Kabupaten Bogor untuk kesekian kalinya meraih anugerah bidang kesehatan, tak tanggung-tanggung kali ini Kabupaten Bogor raih dua penghargaan sekaligus. Penghargan Kabupaten Sehat kategori Padapa dan Manggala Karya Bakti Husada diberikan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia kepada Bupati Bogor di Wisma Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (29/11/2015).

Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila Farid Moeloek mengatakan, pemberian anugerah bidang kesehatan ini adalah bagian dari peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-51. Setiap tahunnya kita berikan penghargaan kepada individu atau institusi yang berprestasi dalam pembangunan kesehatan. Ini merupakan apresiasi kami pada semua pihak yang telah bersama-sama melaksanakan pembangunan kesehatan dengan baik di Indonesia.

"Untuk peraih penghargaan kabupaten dan kota sehat diharapkan dapat betul-betul melaksanakan penerapan secara konsisten karena ini sangat penting. Hal ini demi terwujudnya penduduk Indonesia yang hidup bersih, nyaman dan sehat. Kabupaten dan kota yang mendapatkan penghargaan adalah mereka yang benar-benar mampu memberikan pelayanan publik bidang kesehatan kepada masyarakatnya. Saya berharap para penerima penghargaan dari waktu ke waktu meningkatkan akses masyarakat terhadap kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat”, tambah Nila.

Bupati Bogor Nurhayanti usai menerima penghargaan kesehatan tersebut mengatakan, untuk penghargaan kabupaten sehat sehat swasti saba padapa tingkat nasional yang dinilai ada dua tatanan yakni pertama kawasan pemukiman, sarana prasarana sehat dan kedua, kehidupan masyarakat sehat mandiri.

“Mengenai kawasan pemukiman di Kabupaten Bogor, kita terus melakukan langkah-langkah pembangunan diantaranya melaksanakan uji emisi untuk kendaraan yang sudah mencapai 41.154 unit. Terdapatnya car free day, penyediaan air bersih swadaya masyarakat, sanitasi dasar untuk masyarakat pedesaan yang sampai saat ini sudah mencapai 26 kecamatan. Pengelolaan sampah swadaya masyarakat yang dibina oleh tim pembina pemerintah daerah dan forum kabupaten sehat”, jelas Nurhayanti.

Kemudian, lanjut Nurhayanti, yang tak kalah pentinya adalah pembangunan rumah tidak layak huni (rutilahu). Pada tahun 2012 mencapai 9.550 unit, di tahun 2013 sebanyak 8.170 unit, dan 6.554 unit pada tahun 2014, dengan berbagai sumber anggaran, namun anggaran tertinggi dari APBD Kabupaten Bogor. Selanjutna, gerakan penanaman satu milyar pohon yang dilaksanakan selain oleh Pemda, juga melibatkan peran swasta, TNI-POLRI dan masyarakat. Terdapat sekolah sehat dengan jumlah SD atau MI sebanyak 1762, SMP sebanyak 615, dan SMA atau SMK sebanyak 485. 

Selanjutnya mengenai tatanan masyarakat sehat mandiri, Nurhayanti menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bogor telah melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan masyarakat sehat mandiri diantaranya adalah pembinaan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada masyarakat seperti cuci tangan dengan benar untuk masyarakat dan anak sekolah, memberdayakan Posyandu, Pos Bindu untuk lansia dan memasyarakatkan olahraga. 

Kemudian, ungkap Nurhayanti, untuk mendorong MDG’S Kabupaten Bogor terdapat Perbup no 19 th 2088 yang didorong menjadi Perda di tahun 2015 / 2016, membuka kelas Ibu dengan pelaksanaan COC ( continuing of Care) untuk KIA-Gizi-Immunisasi-KB, pembangunan PONED di 40 kecamatan, saat sudah ada di 22 kecamatan, serta komitment bersama menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI/AKB) yang ditanda tangani oleh seluruh stakeholder tingkat kabupaten, kecamatan, desa atau kelurahan pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tahun 2014.

“Kita juga punya program anti tembakau,  dan menerbitkan Perbup KTR no 54 thn 2012, yang didorong menjadi perda KTR tahun 2015. Pencegahan dan penanggulangan penyakit DBD dengan gerakan 3M dan fogging, Filariasis atau kaki gajah dengan minum obat massal untuk 5,1 juta jiwa penduduk Kabupaten Bogor dari total 5,3 juta jiwa. Kemudian ada program dana sehat Jaminan Kesehatan asional (JKN), di tahun 2010 sebanyak 20 milyar rupiah untuk Jamkesda. Tahun 2014 sebanyak 100 milyar rupiah untuk bayar premi BPJS PBI.

Sementara itu, mengenai diterimanya penghargaan Manggala Karya Bakti Husada (MKBH) setingkat satya lencana kepada Kabupaten Bogor yang diserahkan Sekretaris Jendral Kementrian Kesehatan RI kepada Bupati Bogor atas keberpihakan pemerintah Kabupaten Bogor terhadap sektor kesehatan, Bupati Bogor Nurhayanti menjelaskan, berdasarkan RPJMD tahun2013 – 2018 visi Kabupaten Bogor yakni menjadi kabupaten termaju di Indonesia dengan salah satu misinya yakni meningkatkan aksesibilitas dan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan pelayanan kesehatan.

“Olehkarenanya terdapat beberapa penciri kabupaten termaju di bidang kesehatan yakni seluruh Puskesmas terakreditasi, seluruh masyarakat memiliki jaminan kesehatan dan angka harapan hidup (AHH) termasuk tertinggi di Indonesia. Tujuannya adalah terwujudnya pelayanan kesehatan yang mudah, murah, merata dan berkualitas bagi semua orang. Meningkatnya jaminan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dalam bentuk Jampesehat yang terintergrasi dengan JKN dan meningkatnya kualitas sumber daya kesehatan”, terang Nurhayanti.

Kita juga, lanjut Nurhayanti punya prioritas dan focus pembangunan yang didukung oleh Dinas Kesehatan yakni peningkatan kualitas dan kuantitas layanan pendidikan dan kesehatan, dengan fokus peningkatan kualitas pelayanan dasar dan rujukan serta sarana dan prasarana kesehatan masyarakat. Dan yang tak kalah pentinya soal dukungan anggaran, pemerintah memiliki alokasi belanja bidang kesehatan tahun 2015 sebesar 15,41 dari anggaran belanja daerah yakni Rp. 1.031.844.710.000. (Rilis)

Diberdayakan oleh Blogger.