Header Ads

Pengelolaan Hutan Rakyat KABUPATEN BOGOR

Pengelolaan Hutan Rakyat 
Kabupaten Bogor  
 . 
Dampak berkurangnya pasokan bahan baku industri kehutanan yang berasal dari hutan alam, telah meningkatkan peran dan keberadaan hutan rakyat. Keberadaan hutan rakyat itu sendiri selain sudah menjadi tradisi atau kebiasan masyarakat untuk menanami pohon di lahan-lahan yang mereka miliki, semakin berkembang dengan berbagai program penanaman yang dibiayai dari APBN, APBD, program CSR perusahaan dan peran para pihak lainnya. 

Tujuan dari berbagai penanaman pun tidak lagi berorientasi kepada manfaat lingkungan semata tetapi telah mengarah kepada manfaat ekonomi dan manfaat sosial. Oleh karenanya, jenis pohon yang ditanampun adalah jenis tanaman yang dapat memberikan manfaat ekologi/lingkungan selama belum ditebang, dan jenis pohon yang dapat memberikan manfaat ekonomi pada saat pohon telah ditebang sesuai daur tebangnya. 

Keberhasilan penanaman pohon oleh para pihak tersebut, ternyata masih belum memberikan manfaat yang maksimal sebagaimana tujuan penanaman dan dipilihnya jenis pohon. Hal ini disebabkan karena setiap pohon yang ditanam, telah menjadi asset petani yang setiap saat dapat ditebang dan dengan mudah dijual kepada para pelaku usaha sekalipun pohon tersebut masih kecil atau belum mencapai daur tebang. Pada saat kebutuhan petani begitu tinggi untuk menebang pohon sebelum waktunya, maka manfaat dari sebuah pohon yang ditanam akan berkurang. 

Manfaat ekologi hanya diperoleh selama beberapa tahun dari seharusnya, begitupun dari manfaat ekonominya tidak akan maksimal karena dengan ukuran pohon yang masih kecil harga pohon relatif lebih murah. Penebangan yang didasarkan karena “Daur Kabutuhan” inilah, telah dimanfaatkan oleh para pengepul untuk membeli pohon petani dengan harga yang murah. Akhirnya keuntungan terbesar itu hanya dimiliki oleh para pengepul dan pelaku usaha lanjutannya tanpa pernah ada sedikitpun kontribusi keuntungan terhadap para petani. 

Memperhatikan kondisi-kondisi pengelolaan hutan rakyat yang demikian, Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor sebagaimana tertuang dalam Rencana Strategis Tahun 2014-2018 serta guna mendukung Visi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018 yaitu menjadi Kabupaten Termaju di Indonesia, telah menetapkan strategi pengelolaan usaha hutan rakyat yang terintegrasi dalam sebuah management usaha berbentuk koperasi. Goal dari strategi ini adalah pengelolaan hutan rakyat yang terintegrasi yang memberikan manfaat ekologi dan ekonomi yang maksimal dan berkesinambungan serta meningkatkan derajat/posisi tawar petani di 20 (dua puluh) unit usaha Koperasi. 

Agar strategi pengelolaan hutan rakyat ini berhasil, telah dipersiapkan langkah strategis yang sekaligus akan menjadi tahapan pencapaian keberhasilan, yaitu ; 1) Pembentukan unit usaha hutan rakyat (menggabungkan para petani/pemilik hutan rakyat dalam wadah koperasi); 2) Sertifiksi Legalitas Kayu (S-LK) Hutan Rakyat; 3) Fasilitasi Alat Penggergajian beserta fasilitasi perizinan usaha dan S-LK Industrinya; dan 4) Fasilitasi berbagai kegiatan pendukung khususnya dalam rangka memberikan pendapatan petani selama pohon belum memasuki daur tebang. Rangkaian kegiatan pada setiap tahapan akan menjadi satu kesatuan yang saling berkait dan terpadu yang dikelola oleh unit manegemen usaha berbentuk koperasi. 

Melalui strategi ini, para petani pemilik pohon akan menjadi pengelola utama hutan rakyat. Selama petani menunggu pohon mencapai daur tebang, telah dipersiapkan kegiatan seperti budidaya lebah madu, budidaya ternak, budidaya ikan, penanaman pohon bawah tegakan dan lain-lain agar petani mendapatkan penghasilan tambahan dan tidak menebang pohon. Dari sisi kegiatan industri, para petani/pemilik pohon akan menjadi pemasok bahan baku bagi industri penggergajian yang dikelola oleh Koperasi. 

Semua pengelolaan berada dalam unit usaha koperasi, maka setiap perolehan keuntungan usaha dari berbagai kegiatan yang dilaksanakan dalam unit usaha apakah di dalam kegiatan budidaya, industri penggergajian atau industri lanjutan lainnya akan menjadi keuntungan koperasi yang selanjutnya akan kembali kepada anggota dalam bentuk Sisa Hasil Usaha (SHU). Dengan demikian petani yang selama ini hanya menerima manfaat ekonomi sampai pada tahapan pemanenan saja, selanjutnya akan menerima berbagai keuntungan dari tahapan-tahapan kegiatan yang dikembangkan koperasi sekalipun tidak ada peran langsung dari petaninya. 

Setiap langkah yang dilaksanakan oleh unit usaha, akan menjadi sumber data bagi pengelolaan Sistem Informasi Manajemen Pengelolaan Hutan Rakyat oleh Dinas Kehutanan Kabupaten Bogor. Sistem Informasi ini akan menjadi sumber informasi tentang berbagai kegiatan pemgelolaan usaha hutan rakyat, seperti informasi; kedudukan unit usaha hutan rakyat, potensi hutan rakyat, rencana tebangan setiap tahun, kebutuhan bibit tanaman, ketersedian produksi kayu olahan dan berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan ataupun yang dibutuhkan oleh setiap unit usaha. 

Informasi ini selanjutnya dapat dimanfaatkan oleh para pihak seperti misalnya untuk keperluan penyediaan bibit, penyaluran bibit, calon lokasi penanaman, rencana kegiatan pendukung agar petani tidak menebang pohon sebelum waktunya, dan berbagai informasi lainnya yang dapat dimanfaatkan guna perencanaan pembangunan melalui anggaran pemerintah ataupun melalui program CSR para pihak. 

Mengingat bahwa pelaksanaan strategi ini tidaklah mudah, maka dalam pelaksanaanya dibutuhkan peran dan dukungan para pihak melalui sinergi dan integrasi berbagai kegiatan yang saat ini sudah dilakukan ataupun dibuatnya program baru oleh para pihak kedalam kerangka pengelolaan hutan rakyat yang telah dipersiapkan. Peran para pihak dapat dilakukan secara parsial ataupun dapat berperan dalam pelaksanaan seluruh tahapan pengelolaan unit usaha. Atas perannya, para pihak yang terlibat dalam pelaksanaan strategi ini dapat diusulkan menerima penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Bogor ataupun dapat memperoleh manfaat lain berupa publikasi ataupun ekpose berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan para pihak dalam kerangka pelaksanaan kegiatan ataupun CSR nya. (adv)    


20/09/2015
20/10/2015


Diberdayakan oleh Blogger.