header_ads

Tata Cara Perijinan Usaha Peternakan Dan Perikanan

Tata Cara Perizinan Usaha 
Peternakan dan Perikanan 
Kabupaten Bogor 
 . 
Dalam upaya mendorong pertumbuhan dan pengembangan usaha peternakan dan perikanan di Kabupaten Bogor perlu diambil langkah-langkah melalui penataan di bidang perizinan. 

Salah satu langkah menciptakan iklim usaha yang kondusif adalah dengan memberikan ketetapan dalam memperoleh izin usaha melalui mekanisme dan prosedur yang dapat menjamin kepastian berusaha selaras dengan Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang kewenangan pemerintah dan kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonomi. 

Untuk itu diterbitkan Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 8 Tahun 2003 tentang Izin Usaha Peternakan dan Perikanan, yang disajikan secara singkat sebagai berikut. 


TATA CARA IZIN USAHA PETERNAKAN DAN PERIKANAN 

A. IZIN USAHA PETERNAKAN   

1. Jenis Izin 
    Izin Usaha Budidaya Ternak
    Izin Usaha Pembibitan
    Izin Usaha Rumah Potong Hewan (RPH)
    Izin Usaha Berdagang Daging
 


2. Skala Pemilikan Wajib Izin 
    Ayam ras pedaging, kap. > 15.000 ekor/ siklus
    Ayam ras petelur, kap. > 10.000 ekor Iinduk
    Itik, angsa / entok kap. >15.000 ekor campuran
    Kalkun, kap. > 10.000 ekor campuran
    Burung puyuh, kap. > 25.000 ekor campuran
    Burung dara, kap. > 25.000 ekor campuran
    Kambing dan atau domba, kap. > 300 ekor campuran
    Sapi potong, kap. > 100 ekor campuran
    Kerbau, kap. > 75 ekor campuran
    Sapi perah, kap. > 20 ekor campuran
    Kuda, kap. > 50 ekor campuran
    Kelinci, kap. > 1.500 ekor campuran
    Rusa, kap. > 300 ekor campuran
 


3. Persyaratan 
Izin Usaha Budidaya Ternak, Usaha Pembibitan dan Usaha Rumah Potong Hewan

    Persetujuan Prinsip
    1) Fotokopi KTP
    2) Fotokopi Akte Pendirian Perusahaan ( untuk Berbadan Hukum )
    3) Fotokopi NPWP
    4) Proposal
    Izin Usaha
    1) Memiliki Persetujuan Prinsip
    2) Mengisi Formulir Permohonan Izin
    3) Melampirkan fotokopi KTP
    4) Melampirkan fotokopi Akte Pendirian Perusahaan (untuk badan usaha)
    5) Melampirkan Fotokopi NPWP
    6) Melampirkan fotokopi Izin Lokasi atau Izin Peruntukan Penggunaan tanah (IPPT)
    7) Melampirkan fotokopi UKL/UPL
    8) Melampirkan fotokopi Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
    9) Melampirkan fotokopi Izin Undang-Undang Gangguan (HO) atau Surat Izin Tempat Usaha (SITU)
    Persyaratan Izin Usaha Berdagang Daging
    1) Mengisi formulir permohonan izin
    2) Melampirkan fotokopi KTP
    3) Melampirkan salinan /fotocopy Akte Pendirian Perusahaan ( untuk badan usaha )
    4) Melampirkan Surat Keterangan Kepemilikan Los / Kios Berdagang Daging
 


B. IZIN USAHA PETERNAKAN 

1. Jenis Izin 
    Izin Usaha Budidaya Ikan di Perairan Umum
    Izin Usaha Budidaya Ikan di Kolam Air Tenang
    Izin Usaha Budidaya Ikan di Kolam Air Deras
    Izin Usaha Budidaya Ikan Hias
    Izin Usaha Penampungan Ikan
 


2. Skala Pemilikan Wajib Izin     

    1. Izin Usaha Budidaya Ikan di Perairan Umum
    Keramba Jaring apung lebih dari 4 unit, dengan ukuran  ( 7 x 7 x 2,5 ) m³ per unit
    Keramba lebih dari 50 buah dengan ukuran  (4 x 2 ) m³ / buah
       2. Izin Usaha Budidaya Ikan di Kolam Air Tenang

     Kolam air tenang dengan areal lahan lebih dari 2 Ha.
    Pembenihan Ikan (seperti : Ikan mas, lele, tawes dan nila) dengan produksi lebih dari 1,2 juta benih ikan/bulan
    Pembenihan ikan seperti ikan tukik labi-labi, percil kodok, patin dan gurame dengan produksi diatas 500.000 ekor benih/bulan.

       3. Izin Usaha Budidaya Ikan di Kolam Air Deras
    Kolam air deras lebih dari 5 unit, masing-masing unit berukuran 100 m²
       4. Izin Usaha Budidaya Ikan Hias
    Pembenihan Ikan hias dengan produksi diatas 500.000 ekor benih ikan/bulan
       5. Izin Penampungan Ikan
    Ikan Hias > 500.000 ekor
    Ikan Konsumsi > 100 m²
 

3. Persyaratan
    Mengisi formulir permohonan izin
    Melampirkan foto copy KTP
    Melampirkan foto copy Akte Pendirian Perusahaan (untuk badan usaha)
  Melampirkan Izin Lokasi atau Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT), Izin Pemanfaatan Perairan Umum kecuali Izin Usaha Penampungan Ikan
    Melampirkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
    Melampirkan Izin Undang-undang gangguan (HO) atau Surat Izin Tempat Usaha (SITU)
    Melampirkan salinan NPWP
   Melampirkan Rekomendasi dari Dinas yang lingkup tugas dan tanggung jawabnya meliputi Bidang Pengairan (khusus untuk izin usaha budidaya ikan di perairan umum)
    Melampirkan UKL / UPL, untuk usaha budidaya ikan dengan kapasitas atau luasan tertentu. Untuk usaha pembudidayaan ikan/udang dengan luas 50 Ha atau lebih yang terletak dalam satu hamparan dan jaring apung didanau dengan luas 2,5 Ha atau lebih atau dengan jumlah 500 (lima ratus) unit atau lebih (Untuk izin usaha budidaya ikan di perairan umum), untuk usaha dengan kapasitas 5 (lima) ton atau lebih per hari (untuk izin usaha penampungan ikan).
 


C. MASA BERLAKU IZIN
Masa berlaku Izin Usaha Peternakan dan Perikanan selama pemegang izin melakukan usaha dan wajib melakukan daftar ulang setiap 5 (lima) Tahun.


(adv)    


20/09/2015
20/10/2015

Diberdayakan oleh Blogger.