header_ads

Kabupaten Bogor Sebar Pemeriksa Hewan

BERITA BOGOR - Mahasiswa FKH IPB Siap Periksa Hewan/Daging Qurban. 

Tak kurang dari 598 Mahasiswa dan Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor siap memeriksa kesehatan hewan dan daging qurban bekerjasama dengan Disnakkan Kabupaten Bogor, Dinas Pertanian Kota Bogor, Dinas Pertanian Dan Perikanan Kota Depok, dan Dinas Kelautan, Pertanian Dan Ketahanan Pangan Provinsi DKI Jakarta.  

Pelepasan Pemeriksa Kesehatan Hewan Dan Daging Qurban 1436 Hijriyah / 2015 Masehi ini bertempat di Aula Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor, Dramaga Bogor, Rabu (16/9/2015), oleh Rektor FKH IPB Prof Dedi Srihadi Agung Priyono, Kepala Dinas Peternakan Dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bogor Ir.Hj.Siti Farikah,MM, dan Perwakilan Dirjen Peternakan Dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. 

Dalam sambutannya, Kepala Disnakkan Kabupaten Bogor, Ir.Hj.Siti Farikah,MM mengatakan pihaknya memiliki keterbatasan sumber daya manusia untuk melaksanakan pemeriksaan hewan dan daging qurban yang tersebar di 417 Desa dan 40 Kecamatan di Kabupaten Bogor maka pihaknya menggandeng FKH IPB untuk menyertakan 70 mahasiswa dalam rangka pelaksanaan pemeriksaan kesehatan hhewan dan daging Qurban 1436 Hijriyah / 2015 Masehi. 

"Syarat Hewan Qurban harus aman, sehat, utuh dan halal. Umur Hewan Qurban jenis domba/kambing harus telah berumur dua tahun dan memasuki tahun ke tiga, Sapi yang telah berumur tiga tahun dan memasuki tahun ke empat, Menyembelih hewan qurban harus dengan penuh kasih sayang (ihsan) dengan cara siapkan pisau yang tajam, hewan dibaringkan, menyebut nama Allah dan takbir," jelasnya. 


Sebelumnya, Rektor FKH IPB Prof Dedi Srihadi Agung Priyono menjelaskan sebanyak 598 mahasiswa kedokteran hewan IPB ini akan mengemban tugasnya di Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok dan DKI Jakarta. "Mahasiswa yang kami terjunkan mulai dari yang duduk di semester V telah diberikan pelatihan secara menyeluruh oleh para dosen sampai benar-benar siap terjun ketengah-tengah masyarakat," jelasnya. 

Menurutnya, hewan yang akan dijadikan Hewan Qurban harus memenuhi syarat berdasarkan kesepakatan para ulama yaitu sehat dan berdaging, penampilan menarik, cukup umur. "Ada empat macam hewan qurban yang tidak boleh digunakan untuk qurban, yaitu hewan yang cemek (buta sebelah) lagi jelas cemeknya, sakit dan nyata sakitnya, pincang dan jelas pincangnya, dan lemah tidak berdaging," paparnya.

Terpisah, mahasiswa FKH IPB, M. Elmanaviean mengaku bangga dapat mendedikasikan ilmu yang dipelajarinya selama kuliah di IPB dalam kesempatan menjadi Pemeriksa Hewan dan Daging Qurban tahun ini. "Qurban adalah ibadah maaliyah yang dilaksanakan dengan cara menyebelih hewan qurban pada hari raya Idul Adha dan hari tasyrik, dengan tujuan untuk mendapatkan kecintaan dan keridhoan Allah SWT," kata mahasiswa FKH IPB yang fasih membaca Al Qur'an ini. (adjie) Editor: Alsabili


Diberdayakan oleh Blogger.