Header Ads

Jabar Perlu Perda Bencana Kekeringan

BERITA BOGOR - Kebijakan Penanganan Kekeringan Melalui Perda. 

Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) DPRD Provinsi Jawa Barat berpendapat, cuacar ekstrim adalah kendala pertanian yang terkait erat. Kekeringan dan banjir sama-sama merugikan petani, karena harus kehilangan hasil panennya.

Saat H. Nasir, Sag, Wakil Ketua F-PKB menyampaikan Pandangan Umum F-PKB terhadap Nota Keuangan Perihal Rancangan Perubahan APBD Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2015 pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat di ruang siding DPRD Provinsi Jawa Barat, Kamis (10/9/2015) malam, terungkap bahwa penanganan masalah kekeringan lahan padi, menurut F-PKB, harus segera dilakukan secara holistic. 

Menurutnya, ke depan akan ada asuransi pertanian, pemerintah daerah harus tetap menunjukkan keberpihakan kepada petani demi terpenuhinya ketahanan pangan. Adapun langkah konkrit untuk menekan kerugian petani akibat kekeringan dan banjir, menurut F-PKB, adalah menciptakan benih padi yang tahan cuaca ekstrem. Selain itu, harus dibangun lumbung di sentra produksi padi.

Dalam pandangan umumnya tersebut, F-PKB DPRD Provinsi Jawa Barat juga menyoroti irigasi yang menjadi masalah utama dalam pertanian di wilayah Pantura Jawa Barat. Meski luas areal pertanian di wilayah Pantura sangat luas, namun rata-rata hanya mampu panen dua kali dalam setahun. Beda dengan di Selatan, bisa tiga kali panen dalam setahun. (red)


Diberdayakan oleh Blogger.