header_ads

Linguaphone.id

Bupati Bogor Terima Penghargaan JKN Award


BERITA BOGOR - Hj. Nurhayanti Terima Anugerah Apresiasi Pratama JKN Award. 

Bupati Bogor Nurhayanti terima penghargaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Award kategori partisipasi pemerintah daerah pada acara penganugrahan penghargaan kepada Pemerintah Daerah dalam rangka keikutsertaan Pemda dalam BPJS. Penghargaan diterima Bupati di Adytorium Siwabessy, Gedung Prof. Dr. Suyudi, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Penghargaan Apresiasi Pratama untuk Kabupaten atau Kota dengan penduduk lebih dari 400.000 jiwa diberikan Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Fahmi Idris kepada Bupati Bogor. 

Bupati Bogor hJ. Nurhayanti mengatakan penghargaan ini akan lebih meningkatkan motivasi pemerintah daerah Kabupaten Bogor dalam meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat yang ini sudah mengintergrasikan seluruh Jamkesda ke BPJS. 

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila Farid Moeloek menjelaskan pembangunan kesehatan tidak mungkin dibangun oleh Kementrian Kesehatan sendiri. Peran dan partisipasi Pemerintah Daerah amat penting untuk mewujudkan masyarakat sehat dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Penganugrahan ini adalah bentuk apresiasi kepada peran daerah yang berkontribusi untuk terwujudnya universal health coverage.

“JKN merupakan hal yang sangat penting untuk mencapai universal coverage. Sejak 1 Januari 2014, JKN terintergrasikan dengan berbagai skema jaminan kesehatan di pusat maupun di daerah. Maka pentingnya koordinasi dalam penyajian data yang baik. Saat ini salah satu tantangan adalah terjadinya pergeseran pola penyakit yang didominasi menjadi penyakit tidak menular yang membutuhkan biaya sangat besar. Selama enam bulan ada penyakit tidak menular yang mendominasi pembiayaan BPJS”, jelas Menkes.

Dalam kesempatan tersebut, Dirut BPJS Fahmi Idris mengatakan terhitung pertanggal 28 Agustus 2015 terdapat sebanyak 7,26 persen dari 150.753.391 jiwa peserta BPJS Kesehatan adalah peserta Jamkesda yang sudah terintegrasi ke BPJS Kesehatan. "Saya berharap pada tahun 2016 seluruh Jamkesda sudah terintegrasi ke BPJS Kesehatan. Saat ini terdapat 13 provinsi dan 270 kabupaten/kota yang telah melakukan integrasi ke BPJS tentunya kedepan kita berharap penghargaan ini dapat mendorong pemerintah daerah lainnya untuk segera bergabung sebagai wujud gotong royong bersama”, ujar Fahmi. (ice) Editor: Dwitama

Diberdayakan oleh Blogger.