Header Ads

Jabar Butuh Hujan Buatan

BERITA BOGOR - Kemarau Panjang, Pemerintah Jawa Barat Akan Wujudkan Hujan Buatan. 

Bencana kekeringan yang sering melanda akhir-akhir ini banyak membawa dampak terhadap berbagai aspek dalam kehidupan, seperti tersendatnya pasokan air irigasi untuk sektor pertanian, terganggunya produksi listrik ataupun dampak sosial secara lebih luas sepertinya terbatasnya ketersediaan air untuk kebutuhan hidup sehari-hari di masyarakat.  

Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat, Ir. Diden Trisnadi, MP mengatakan, kondisi sawah kekeringan di Jawa Barat cukup mengkhawatirkan dan akan menganggu capaian produksi padi. 

"Pemerintah Pusat memberikan kesempatan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengajukan permohonan hujan buatan. Mungkin nanti Pak Gubernur menyurati Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk meminta hujan buatan,” kata Ir. Diden Trisnadi, MP ketika ditemui di ruang kerjanya, Gedung Kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat, Jalan Surapati Nomor 71 Kota Bandung, Selasa (4/8/2015).

Berdasarkan laporan dari 22 kabupaten/kota di Jawa Barat, ungkap Ir. Diden, hingga 31 Juli 2015 terdapat 67.557 hektar  sawah mengalami kekeringan, terdiri dari kekeringan ringan 26.149 hektar, kekeringan sedang 20.178 hektar, kekeringan berat 13.215 hektar dan sisanya 7.419 hektar mengalami puso karena tidak bisa diselamatkan.

Menurut penjelasan dari Kepala BMKG, kemungkinan kemarau tahun 2015 ini akan berlangsung hingga bulan Oktober mendatang.  “Kalau itu itu betul terjadi, dikhawatirkan yang 67.557 hektar  sawah yang mengelami kekeringan itu, menjadi puso semua karena pengairannya tidak mencukupi. Kalau yang 67.557 puso semua atau tidak bisa terselamatkan, maka produksi padi dalam tahun 2015 diprediksi hanya akan mencapai 11,6 juto ton gabah kering giling,”  katanya.

Kekeringan yang melanda sawah di Jawa Barat tahun ini, menurut Ir. Diden, lebih parah bila dibandingkan dengan kekeringan sawah yang melanda Jawa Barat pada tahun 2012 lalu. Pada waktu itu, kekeringan melanda 32.119 hektar. (enal/red)


Diberdayakan oleh Blogger.