Header Ads

Perusahaan Penggemukan Sapi Ditegur Aher

BERITA BOGOR - Gubernur Jabar desak pengusaha penggemukan sapi lepas daging sapi ke pasaran. 

Kelangkaan daging sapi, diduga sejumlah pengamat ekonomi ada unsur kesengajaan ditimbun hingga menjelang Hari Raya Idul Adha 1436 Hijiriyah mendatang, membuat harga daging meroket tinggi. 

Hal ini mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendesak kepada perusahaan penggemukan sapi (feedloater) untuk menggelontorkan sapi mereka ke pasaran untuk menambah pasokan daging sapi di pasar. Gubernur Jawa Barat secara tegas menegur pihak pengelola Feedloater (penggemukan sapi) untuk memasarkan produk segera. 

"Atas nama Pemprov dan masyarakat Jabat, saya meminta kepada Feedloater di wilayah Jawa Barat untuk segera menjual produk ke pasaran," ujar Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, kepada wartawan usai sidak Operasi Pasar daging sapi di pasar Kosambi, Kota Bandung, Rabu (12/8/2015). 

Dirinya menilai aksi mogok berjualan para pedagang disebabkan ulah pengusaha penggemukan yang menahan sapinya. Akibatnya, sapi di pasaran menjadi langka sehingga membuat para pedagang melakukan aksi mogok berjualan. 

Kendati pedagang sapi sempat melakukan aksi mogok, menurutnya, kebutuhan daging sapi masih dapat dipenuhi melalui OP daging sapi yang digelar Perum Bulog. Bulog punya persediaan daging sapi sebanyak 250 ton. Adapun kegiatan OP yang berlangsung sejak 9-12 Agustus telah menghabiskan sekitar 7 ton daging sapi. 

Menurutnya, perusahaan penggemukan sapi akan merugi jika menahan terlalu lama sapi-sapinya. Sebab, beban pemeliharaan sapi memakan biaya cukup tinggi. "Saya harap jangan ada yang menelantarkan konsumen," katanya. (Rilis)


Diberdayakan oleh Blogger.