header_ads

Pengelola Akui Kesulitan Benahi Pasar Ciluar

BERITA BOGOR - Banyak warga yang membuang sampah di Pasar Ciluar. 

Keluhan warga Desa PasirLaja dan Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor mengenai keberadaan Pasar Ciluar yang kumuh ditanggapi pihak pengelola Pasar Ciluar. 

Kepala Pasar Tradisional Ciluar, Aldino membenarkan pihaknya kesulitan memberikan ruang usaha bagi pedagang kaki lima yang berlimpah jumlahnya dan tidak tertampung di dalam bangunan pasar. "Hal ini mengingat jumlah kios terbatas sehingga terpaksa membuka lapak dagang di area parkir pasar, dan yang tidak kebagian lapak didalam malah membuka lapaknya sendiri di jalan depan pasar," jelasnya. 

Disinggung mengenai keberadaan tempat pembuangan sampah pasar, pihaknya sudah menampung semua aspirasi warga dan mencari jalan keluar yang baik, sebab lahan pasar yang tidak lagi memungkinkan apabila membangun tempat pembuangan sampah sementara di area lahan pasar. "Kami sudah siasati sebaik mungkin yakni menutup bagian depan dengan dinding agar tidak terlihat dan aroma sampah tidak menyebar ke sekitar jalan," tambah Aldino.
   
Dirinya juga mengeluhkan banyaknya warga sekitar yang membuang sampah ke tempat penampungan sampah pasar sehingga volume sampah setiap harinya kian menumpuk. "Kami masih mencari jalan keluar yang baik, sebab lahan pasar yang sempit tidak memungkinkan untuk dibangun tempat pembuangan sampah sementara," katanya kepada Berita Bogor melalui pesan singkat, Selasa (11/8/2015) malam. 

Sebelumnya, Sekretaris Desa Cijujung mengaku belum mengetahui adanya bangunan kios tanpa dilengkapi Ijin Mendirikan Bangunan untuk menyiasati agar tempat pembuangan sampah Pasar Ciluar tidak terlihat kumuh dari Jalan Pasar. Termasuk kios - kios yang mengklaim sebagai Komplek Pertokoan BRAHMANA berbekal dasar IMB 647/45/PU/1990 dan SK Bupati 511.2.115-Pemb. tertanggal 10 Agustus 1985. "Saya belum terima laporan adanya bangunan itu, kemungkinan besar kios baru yang jadi tempat jualan buah-buahan itu tanpa IMB nanti akan kami survey kelapangan," tegasnya.  (als) Editor: Alsabili


Diberdayakan oleh Blogger.