Header Ads

Pasar Ciluar Kumuh

BERITA BOGOR - Penataan Seputar Pasar Tradisional Ciluar Masih Isapan Jempol. 

Penduduk yang bermukim di desa PasirLaja dan desa Cijujung Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor maupun pengendara yang melintas Jalan Pasar Ciluar sudah tidak asing lagi mengendus aroma busuk yang berasal dari bak sampah Pasar Tradisional Ciluar yang letaknya berada di tepi jalan yang setiap hari terjadi kemacetan lalulintas kendaraan itu. 

"Warga sudah sering meminta agar lokasi pembuangan sampah pasar tidak dibuang didepan pasar, sebab setiap orang lewat Jalan Pasar Ciluar sudah pasti mencium aroma tidak sedap malah didepannya ada sekolahan. Padahal warga sudah lama lapor ke pihak Desa untuk menyelesaikan persoalan ini, tapi ternyata sekarang malah depan bak sampah itu dibangun dua kios baru tanpa IMB," ungkap Supendi (44) warga Pasirlaja.


Terpisah, Suparman (49) warga setempat mengaku kesal bila melintas Jalan Pasar Ciluar, pasalnya banyak truk barang yang melakukan aktifitas bongkar muat disisi jalan yang hanya memiliki ruas kurang dari 4 meter itu. "Percuma ada bangunan pasar baru kalau bongkar muat masih diluar area pasar, ya begini jadi macet terus setiap hari. Padahal Jalan Pasar Ciluar ini menjadi akses utama warga dua desa," keluhnya.

Pantauan dilokasi, keberadaan bak sampah yang kerap diprotes warga itu ternyata tidak direlokasi dan hanya ditutup dengan bangunan kios baru berukuran 1,5 x 6 meter, sedangkan sampah dibiarkan menumpuk diluar lahan Pasar Tradisional Ciluar. Tak hanya itu, lahan parkir yang berada didalam lahan Pasar Tradisional Ciluar ternyata sudah berubah fungsi menjadi puluhan lapak pedagang yang bermodalkan terpal dan penyanggah seadanya. 

Sementara, belasan kios mengatasnamakan Komplek Pertokoan BRAHMANA terlihat nyaman menjalankan usaha berbekal dasar IMB 647/45/PU/1990 dan SK Bupati 511.2.115-Pemb. tertanggal 10 Agustus 1985 nampak kontras dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Bogor. Sedangkan didepan kios-kios itu juga bertebaran pedagang kaki lima dan parkir motor yang menyita bahu jalan yang menambah keadaan arus lalu lintas bertambah macet. 

"Keberadaan dua kios yang baru berdiri didepan bak pembuangan sampah itu tidak memiliki Ijin Mendirikan Bangunan. Kami juga belum mendapat laporan dari pihak desa setempat, akan tetapi apabila laporan dari desa sudah sampai ke meja pak Camat Sukaraja maka kami pasti ditugasi untuk melakukan survey ke lapangan," jelas Kasi Tramtib Kecamatan Sukaraja, Suradi, Selasa (11/8/2015) siang. (als) Editor: Alsabili


Diberdayakan oleh Blogger.