header_ads

Linguaphone.id

Bogor Atasi Kelangkaan Daging Sapi

BERITA BOGOR - Pengurangan kuota daging sapi diduga penyebab kelangkaan. 

Terjadinya kelangkaan daging sapi akhir-akhir ini merupakan imbas dari kebijakan pemerintah pusat untuk pengurangan kuota impor hingga 10 persen. 

Untuk diketahui 60 persen daging sapi yang beredar di Kabupaten Bogor berasal dari impor sehingga pengurangan kuota tersebut menyebabkan stok daging kurang di pasar. Selain itu para peternak lokal juga menahan ketersediaan ternak di masyarakat sampai menjelang Hari Raya Idul Adha mendatang. 

Menanggapi kelangkaan daging di pasar tradisional, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor, Ir. Siti Farikah, MM menyampaikan kebijakan ini untuk membatasi impor dan memacu kemandirian bangsa dalam menyediakan pangan berupa daging. Namun pada saat ini kesiapan masyarakat, terutama Kabupaten Bogor belum mampu memenuhi kebutuhan di Bogor sendiri," jelasnya

Dirinya mengatakan populasi ternak sapi potong di masyarakat sekitar 23.000 ekor. Dari jumlah itu yang siap potong sekitar 30 persen dan hanya memenuhi 20 persen konsumsi warga Kabupaten Bogor. Karena itulah mengapa untuk memenuhi kebutuhan, daging sapi didatangkan dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur dan Barat. 

Pembatasan kuota daging impor yang berbarengan dengan persiapan Idul Adha menyebabkan pedagang tidak memperoleh suplai daging yang cukup. Kondisi terakhir, masih ada populasi 41.270 ekor di empat perusahaan penggemukkan sapi potong (feedlotter) dan dalam bentuk daging hanya tersedia di satu perusahaan saja sebanyak 149 ton daging. (Rilis)


Diberdayakan oleh Blogger.