Header Ads

Jokowi Ancam Oknum Timbun Daging Sapi

BERITA BOGOR - Harga Daging Tak Stabil, Pedagang Daging Ancam Mogok Massal. 

Persoalan harga daging sapi yang belum stabil sebulan terakhir ini tak hanya membuat resah pedagang daging yang mengalami penurunan omzet. Pasalnya, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo juga dibuat geram  atas ulah oknum penimbun daging sapi yang merugikan banyak pihak ini.

"Untuk apa distribusi daging sapi ditunda - tunda yang membuat harganya melonjak tinggi. Saya akan atasi ini segera dengan cara Pemerintah membeli atau impor daging sapi dan menekan harganya semurah mungkin, saya optimis harga daging sapi bisa Rp 50.000 per kilo," tegas Presiden Joko Widodo kepada Pers di Jakarta, Senin (10/8/2015) 

Sebelumnya, Rumah Pemotongan Hewan (RPH) se-Jabodetabek mengancam akan melakukan mogok massal, mulai hari Minggu sampai Rabu mendatang. Berdasarkan kabar yang beredar, rencana mogok massal ini sudah diberitahukan luas melalui surat edaran ke pasar-pasar, namun para pedagang daging mengaku belum memegang copy surat tersebut dan baru mendengar kabar tersebut dari mulut ke mulut. 

“Katanya ada surat edarannya, tapi saya belum dapat fotocopy. Rencana mogok massal tersebut tentu saja berimbas buruk untuk usahanya. Pasalnya, ia tak bisa berjualan beberapa hari kedepan. "Harga daging saat ini antara Rp 115 ribu sampai Rp 120 ribu. Padahal seharusnya, yakni Rp 95 ribu sampai Rp 100 ribu. Omzet saya turun drastis. Yang biasanya sehari laku 30 kg, sekarang hanya 15 kg, padahal saya cuma mengambil untung sedikit setiap kilonya,” ,” kata Dani, salah seorang pedagang daging di Pasar Bogor, Sabtu (8/8/2015). (red)

Diberdayakan oleh Blogger.