header_ads

Deddy Mizwar Giat Membaca

BERITA BOGOR - Wakil Gubernur masyarakat dapat membudayakan perpustakaan. 

Persemian Perpustakaan Ajib Rosidi diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk menjadikan perpustakaan sebagai salah satu wacana pembelajaran masyarakat karena di perpustakaan tersedia fasilitas untuk melakukan kontak dengan para jenius dari berbagai negara melalui buku.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar menyampaikan perpustakaan dapat pula menjadi wadah perantauan mental berbagai macam pemikiran dengan  perjalanan lewat bacaan. Hal itu karena pada dasarnya bahan perpustakaan adalah rekaman ungkapan perasaan, gagasan, pengalaman dan pengetahuan umat manusia dari generasi ke  generasi.

“Dengan demikian dapat dikatakan bahwa perpustakaan merupakan wahana belajar masyarakat sepanjang hayat. Namun demikian, upaya untuk menjadikan perpustakaan  sebagai wahana belajar masyarakat sepanjang hayat,  tentunya harus ditunjang dengan upaya membangun masyarakat gemar belajar, yang diawali dengan  gemar membaca dan menulis,” kata Deddy Mizwar dalam sambutannya saat acara Peresmian Perpustakaan Ajip Rosidi, di Jalan Garut Nomor 2, Kota Bandung, Sabtu (15/8/2015).

"Upaya membangun masyarakat gemar belajar juga harus ditunjang oleh perpustakaan yang representatif yang dapat menarik orang untuk  berkunjung. Upaya memerankan dan memberdayakan perpustakaan tidak bisa lepas dari kondisi kemampuan membaca masyarakat, minat gemar membaca dan ketersediaan bahan bacaan yang didukung oleh strategi operasional pemberdayaan perpustakaan agar dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat pemustaka," jelasnya. 

Pembudayaan kegemaran membaca, menurut Deddy Mizwar,  tidak hanya ditentukan oleh keinginan dan sikap masyarakat terhadap bahan-bahan bacaan, tetapi juga ditentukan oleh ketersediaan bahan-bahan bacaan yang memenuhi kebutuhan mayasarakat serta kemudahan akses, yaitu tersedianya sarana dan prasarana sehingga masyarakat dengan mudah memperoleh bahan bacaan dan informasi tentang  bahan bacaan.

Dalam kerangka mengembangkan perpustakaan sebagaimana kualifikasi tersebut, tentunya pemerintah maupun pemerintah daerah dihadapkan dengan berbagai keterbatasan baik teknis maupun non teknis. Sehubungan dengan hal itu ketelibatan segenap lembaga, baik formal maupun non formal, diharapkan dapat mendukung upaya tersebut. (Rilis)


Diberdayakan oleh Blogger.