header_ads

Linguaphone.id

Aparat Gabungan Amankan Jalur Puncak

BERITA BOGOR - Arus mudik diprediksi meningkat H-2 dan H+3 lebaran. 

Kondisi jalur Puncak Bogor dan Simpang Gadog Tol Jagorawi merupakan jalur mudik yang diprediksi akan mengalami peningkatan volume kendaraan pada H-2 hingga H+7. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Soebiantoro, di Pos Pengendalian Lalin Pos Godog, Selasa (14/7/2015).

Menurutnya, volume kendaraan yang melintas di jalur Puncak selalu meningkat sekitar lima persen. Dari data di pintu Gerbang Tol Ciawi pada H-4 tahun lalu, kendaraan yang melintas keluar (exit) menuju Puncak sebanyak 25.243 kendaraan dan masuk (entry) ke Jakarta tercatat 21.456 kendaraan.

"Pada H-4 tahun ini, jumlah kendaraan yang melintas keluar Gerbang Tol Ciawi sebanyak 27.197 menuju Puncak dan masuk melintas ke Jakarta sebanyak 26.171 kendaraan. Selalu ada peningkatan lima persen di setiap tahunnya. Sepekan Lebaran tahun lalu ada sekitar 80.000 kendaraan melintas di jalur Puncak, tahun ini mungkin lebih," jelasnya.

Jalur Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), tambahnya, juga menjadi perhatian sehingga untuk membantu pengamanan DLLAJ Kabupaten Bogor menyiagakan 50 personel yang di tempatkan di dua pos di Cisarua dan Ciawi. Termasuk Polres Bogor juga mengerahkan anggota Brimob bersenjata lengkap di sejumlah lokasi rawan kejahatan yang dilintasi para pemudik.

Terpisah, Kapolres Bogor, AKBP Suyudi Ario Seto, hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya gangguan keamanan di jalur mudik pada Hari Raya Idul Fitri. Sebanyak 1.116 personel dikerahkan untuk pengamanan operasi ketupat lodaya 2015 dibantu anggota Brimob Polda Jabar dan TNI.

Menurutnya, beberapa titik yang menjadi prioritas utama menjelang hari raya lebaran yaitu jalur Bogor Puncak Cianjur (Bopunjur), Bogor Ciawi Sukabumi (Bocimi) serta alternatif Cariu-Cianjur. “Petugas gabungan yang dikerahkan termasuk dari TNI mencapai 2.300 personel yang akan ditempatkan di 21 pos pengamanan. Polres Bogor juga meluncurkan posko mobile yakni pos yang bisa berpindah-pindah sesuai kebutuhan untuk mengurai kemacetan dan mengantisipasi ancaman kejahatan," tegasnya. (red)



Diberdayakan oleh Blogger.