header_ads

Linguaphone.id

Konsep Regionalisasi Sistem Rujukan Disepakati

BERITA BOGOR - Pelaku profesi kesehatan harus berkontribusi pada regionalisasi sistem rujukan.  

Dalam rapat koordinasi dengan insan kesehatan Kabupaten Bogor, Bupati Bogor Nurhayanti menyetujui konsep regionalisasi sistem rujukan yang diajukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor. 

Bupati meminta Dinkes untuk melibatkan insan kesehatan di Kabupaten Bogor untuk membahas sistem ini lebih lanjut “Hal ini dalam rangka  meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan untuk masyarakat. Saya juga meminta para pelaku organisasi profesi kesehatan berkontribusi pada regionalisasi sistem rujukan ini,” papar Bupati di Aula Kantor Dinkes Kabupaten Bogor, Cibinong, Kamis (25/6/2015). 

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Camalia Wilayat Sumaryana menjelaskan latar belakang diadakannya regionalisasi sistem rujukan yakni karena akses pelayanan yang belum merata, sehingga rujukan pasien belum efektif dan efisien dan terjadi penumpukan pasien di rumah sakit tertentu. Maka harus dilakukan penataan sistem rujukan dengan regionalisasi sistem rujukan yang terstruktur dan berjenjang. 

Menurutnya regional sistem rujukan adalah penataan sistem rujukan dengan membagi wilayah kedalam beberapa regional dimana setiap regional mempunyai beberapa rumah sakit yang menjadi pengampu seluruh FKTP primer dan sekitarnya. Tujannya adalah meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat, terwujudnya mekanisme rujukan secara efektif dan efisien, menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian anak, menurunkan resiko cacat dan kematian, serta meningkatkan kompetensi petugas. 

Dilokasi yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhandi yang juga hadir pada kesempatan tersebut mengatakan Konsep rujukan dengan kondisi geografis Kabupaten Bogor harus segera dibenahi jangan terlalu rumit dan penuh birokrasi. Konsep regionalisasi sistem rujukan sudah bagus namun harus didukung infrastruktur yang memadai termasuk kerjasama antara rumah sakit pemerintah dengan rumah sakit swasta yang ada di Kabupaten Bogor. 

Rakor di ikuti oleh anggota DPRD Kabupaten Bogor, perwakilan rumah sakit swasta di Kabupaten Bogor, Direktur utama RSUD Kabupaten Bogor, perwakilan dari rumah sakit Lanud ATS, Rumah Sehat Dompet Duafa, Ketua IDI dan organisasi profesi kesehatan lainnya, Kepala BPJS Cabang Kabupaten Bogor, Koordinator Wilayah Puskesmas Kabupaten Bogor, para pejabat structural Dinkes Kabupaten Bogor dan OPD terkait. (red)



Diberdayakan oleh Blogger.