header_ads

Lebaran.id

Osteoporosis Kaum Lansia

BERITA BOGOR - Berdayakan Lansia Cegah Osteoporosis. 

Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi) Bogor memberdayakan lansia melalui lomba senam pencegahan dan terapi osteoporosis. Lomba yang diikuti sekitar 85 peserta tersebut diselenggarakan di Aula Masjid PMI Bogor (6/5/2015). 

Ketua Perwatusi Cabang Bogor Lili Suwarna mengatakan, kegiatan ini untuk mensosialisasikan gerakan masyarakat bertulang sehat melalui senam pencegahan osteoporosis. “Senam ini berguna untuk mencegah keropos tulang atau memperlambatnya, dengan harapan melalui senam ini usia dapat terus lanjut dalam keadaan tulang yang sehat. Artinya ada tujuan untuk meningkatkan angka harapan hidup yang terus meningkat dari tahun 2004. Namun yang terpenting adalah melaksanakan pola hidup bersih dan sehat serta melakukan senam yang teratur minimal seminggu tiga kali”, jelasnya. 

Ketua Umum Perwatusi Pusat Anita Hutagalung menambahkan, senam ini dapat mencegah dan meminimalkan dampak penyakit osteoporosis. Dan kegiatan lomba ini penting karena menjadi langkah utama menjaga kesehatan tulang agar tetap produktif.  “Diharapkan para peserta lomba nantinya bisa menjadi ujung tombak dalam memasyarakatkan senam osteoporosis. Selain meningkatkan usia produktif masyarakat, pencegahan osteoporosis juga dapat berdampak terwujudnya keluarga Indonesia yang sehat dan sejahtera”, tambahnya. 

Sedangkan Direktur Utama Rumah Sakit PMI Bogor, Andi Wisnubaroto yang juga hadir mengatakan, harpan kami senam ini bisa termasyarakatkan dan menjadi gaya hidup. Kalau di luar negeri, semua orang lansia sadar sekali dengan pentingnya senam, olehkarenanya tanpa harus diajak-ajak mereka sudah melakukannya secara mandiri. 

“Perwatusi bisa membantu memberikan kontribusi positif dalam membudayakan polah hidup sehat melalui senam ini. Kami berencana akan memberikan tempat yang lebih representative untuk kegiatan senam ini, mudah-mudahan segera terealisasi. Tujuannya agar masyarakat mengetahui kegiatan ini dan akhirnya senam osteoporosis ini dapat tersosialisasikan dengan baik”, paparnya. (rido/red)





Diberdayakan oleh Blogger.