header_ads

Linguaphone.id

DPR Desak Usut Pemasok Beras Plastik

BERITA BOGOR - Diduga beras sintetis berasal dari Negeri Tiongkok. 

Komisi VI DPR meminta kepada pemerintah untuk mengusut tuntas kasus masuknya beras sintesis (palsu) ke Indonesia. Pihaknya mengaku mendapat informasi bahwa pemerintah sendiri tidak pernah impor dari negeri Tiongkok. 

"Artinya, ada impor yang dilakukan di luar informal pemerintah dan kami meminta pemerintah untuk mengusutnya. Apalagi kasus itu kriminal,” tandas kata Ketua Komisi VI DPR, Hafidz Tohir kepada wartawan di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2015). 

Pelakunya harus ditindak tegas karena beras sintetis itu beracun dan membahayakan kesehatan yang memakannya. Dalam waktu dekat, jelas Hafidz, pihaknya akan memanggil Menteri Perdagangan Rahmat Gobel untuk diminta penjelasannya.

Dihari yang sama, Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) menyatakan masih menunggu kepastian soal asal usul beras plastik. Selama ini Bea Cukai disebut belum mendapatkan kasus beras plastik tersebut.  

Kasubdit Humas DJBC Haryo Limanseto mengatakan selama ini proses impor beras selalu masuk dalam jalur hijau. Yang artinya keamanan, kualitas dan standar barang yang diimpor sudah dijamin oleh surveyor negara pengekspor. "Selama ini pemerintah belum membuka keran impor beras dari negara manapun. "Kita tunggu laporan dari Kepolisian apakah itu memang benar impor atau jangan-jangan dioplos di dalam negeri," katanya. (cnn/red)


Diberdayakan oleh Blogger.