header_ads

Tarif Baru PT KAI Tahun 2015

Dipengaruhi Dollar, 90 persen peralatan pemeliharaan KA dari impor.  

PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberlakukan tarif baru per 1 April 2015. Tarif baru ini berlaku bagi pembelian baru, sementara bagi yang sudah membeli atau memesan, PT KAI tidak akan meminta tambahan harga.

Kepala Humas PT KAI Daop 2 Bandung Zunerfin mengatakan  kenaikan tarif dipengaruhi berbagai faktor, diantaranya  kenaikan BBM. BBM merupakan elemen yang banyak menyedot anggaran operasional, meski tarif yang dikenakan bersubsidi. Faktor lainnya adalah pengaruh kurs dolar terhadap rupiah serta perubahan pedoman perhitungan biaya opersional KA ekonomi dari 8 persen menjadi 10 persen. 

"Sekitar 90 persen peralatan pemeliharaan KA dari impor, sementara dolar semakin tinggi. Kenaikan dolar juga mempengaruhi," tegasnya.

Menurutnya, untuk mendukung kelancaran operasional dan keselamatan, diperlukan penggantian spare part secara rutin. Apalagi, perusahaan pelat merah itu masih mengimpor sebagian suku cadang dari luar negeri. Transaksinya tentu menggunakan mata uang dolar AS.

Kenaikan tarif KA ekonomi program PSO itu antara lain KA Pasundan dari harga 55.000 menjadi 100.000, Kahuripan dari 50.000 menjadi 95.000 dan KA Kutojaya Selatan dari 35.000 menjadi 65.000. Demikian juga dengan KRD, terjadi kenaikan harga mulai 3000 hingga 5000 per tiketnya, dari sebelumnya harga sama sebesar 1.500 per tiketnya. (ad/jo) Editor: Adrian

Diberdayakan oleh Blogger.